SDM LOMBOK TENGAH HARUS SIAP MENJADI KOTA INTERNASIONAL

Mataram – BkkbN online : OPD KB Kabupaten Lombok Tengah menerima kunjungan kerja Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat di Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka melakukan pengumpulan data dan informasi tentang isu atau permasalahan kependudukan khususnya di Lombok Tengah. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Lalu Nuzulul Kuswan, S.Sos dan didampingi Kasubbid Penetapan Parameter Kependudukan yaitu Lalu Agustan Kusumaredi, S.Kom dan Kasubbid Kerjasama Pendidikan Kependudukan adalah Yulio Nedo Darenoh, SIP. Dalam kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala OPD KB Kab. Lombok Tengah, Drs. H. Muliardi Yunus dan Kepala Bidang Kependudukan OPD KB Kabupaten Lombok Tengah yaitu Ir. Saharuddin beserta staf.

Muliahardi Yunus bercerita dan memaparkan bahwa Lombok Tengah ke depan akan menjadi kota Internasional dengan sudah diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang merupakan proyek pemerintah yang akan menjadi barang jualan baru untuk menggenjot pariwisata di Indonesia. Pembangunan KEK Mandalika dimulai tahun 2017. sesuai PP No.55 Tahun 2008 dan No. 33 Tahun 2009).

Konsepnya mengunggulkan keindahan alam dengan rencana menjaga 51 persen area tetap menjadi kawasan hijau. Presiden Joko Widodo telah meresmikan KEK Mandalika pada Oktober 2017. Presiden mengimbau agar pembangunan di Mandalika tetap dalam koridor kearifan lokal. Sebagai salah satu praktiknya telah dibangun Masjid Nurul Bilad Mandalika di dekat Pantai Kuta. Masjid ini turut memperkuat citra wisata halal yang menempel di Pulau Lombok dibangun dengan arsitektur terinspirasi Masjid Kuno Bayan, di tanah seluas 8 hektare dengan daya tampung mencapai 5.500 orang.

Muliahardi melanjutkan sesuai rencana, tahun ini pembangunan masih berfokus pada segi infrastruktur seperti jalan raya, pipa air bersih, dan instalasi listrik. Agar tidak merusak lingkungan, telah dibangun pengolahan air laut Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang sudah mulai beroperasi pada tahun 2016. Dengan teknologi ini maka KEK Mandalika akan menjadi destinasi ekowisata yang mampu secara mandiri mengubah air laut menjadi air tawar untuk memenuhi kebutuhan air minum. Ada juga rencana untuk menggabungkan penggunaan Solar Cell Energy.

Transportasi juga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Untuk mengunjungi KEK Mandalika saat ini belum terdapat armada umum, jadi Anda hanya memiliki pilihan terbatas seperti menyewa taksi, motor atau mobil.Sehubungan dengan pembangunan yang dilakukan jadi mayoritas jalan kecil menuju area wisata masih rusak dan minim penerangan pada malam hari sehingga mengurangi kenyamanan. Meski begitu dengan proses pembangunan yang sedang digenjot, tidak sulit untuk membayangkan majunya kawasan Mandalika mulai beberapa tahun ke depan. Harapannya dapat menjadi salah satu ikon wisata berkelas yang membanggakan bagi seluruh warga Indonesia.

Lalu dilanjutkan oleh Mulihardi yang juga mantan PLKB era tahun 90an itu bahwa, dengan akan berjalannya proyek Kawasan Ekonomi Khusus yang di dalamnya juga akan dibangun Selain Sirkuit Motor GP kelas dunia, ada juga Rumah Sakit Internasional, termasuk akan ada Lapangan Sepakbola standar internasional, dan Bumi Perkemahan terbesar setelah Cibubur. Apakah masyarakat Lombok Tengah khususnya sudah siap dengan Sumber Daya Manusia yang ada, tentu ketika siap maka akan menjadi pelaku ekonomi akan tetapi sebaliknya justru akan menjadi penonton di negeri sendiri, oleh karena itu beliau menghimbau bahwa program – program yang terkait dengan pembangunan kependudukan menuju masyarakat yang berkualitas siap dilaksanakan oleh OPD KB Kabupaten Lombok Tengah, tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lalu Nuzulul Kuswan selaku Kabid Dalduk BKKBN Provinsi NTB melanjutkan bahwa, kegiatan tersebut dilaksanakan selama sehari pada hari Jumat tanggal 24 Mei 2019 dengan hasil antara lain : teridentifikasinya informasi tentang isu-isu kependudukan di Kabupaten/Kota sebagai bahan pelaksanaan kegiatan workshop khususnya di Kabupaten Lombok Tengaht, tersampaikannya informasi mengenai berbagai kebijakan pengendalian dampak kependudukan sesuai kondisi wilayah berdasarkan hasil kajian analisis dampak kependudukan dan terlaksananya kerjasama dengan mitra kerja daerah dalam Integrasi Program Pengendalian Penduduk. (SC)