Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Berikan Sosialisasi “Tantangan Program KKBPK di Era Revolusi Industri 4.0”

“Tantangan program kita saat ini menjadi lebih berat dengan kehadiran Industri 4.0”. Demikian ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB DR. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si dalam kegiatan Seminar Sehari “Menjawab Tantangan Program KKBPK di Era 4.0”, Sabtu 22 Juni 2019.

Dunia secara global telah beralih dari era industri 2.0 (sejak pertengahan abad ke-18) menuju era industri 3.0 (sejak tahun 1970), kemudian beralih lagi memasuki era indutri terbaru yakni 4.0 (memasuki abad ke-21).

Merujuk literatur online, Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan “pabrik cerdas”. Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat Internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Lewat komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.[1]

Agar lebih mudah dipahami, Makripuddin menjelaskan bahwa industri 4.0 adalah kedepan tenaga manusia akan digantikan oleh tenaga mesin dan robot. Perubahan yang dibawa oleh industri 4.0 akan mempengaruhi banyak sektor seperti pertanian, kesehatan, industri, transortasi dan sebagainya. Semua kita akan bekerja berdasarkan data (big data). Big data adalah kumpulan data yang memuat data akses/ pengguna internet. Data pengguna tersebut nantinya akan dipergunakan untuk menandai seseorang berdasarkan rekam jejak yang dilakukannya. Big data tersebut juga nantinya akan dijadikan dasar untuk menggerakkan mesin dan robot.

Robot di masa yang akan datang akan menjadi robot pintar, katanya. Cara kerja robot pada saat ini masih pada tahap cara kerja otomasi setingan dengan proses pekerjaan yang sudah diatur di dalam main data si robot. Namun kedepan, robot pintar akan dapat mencari sendiri cara atau menyesuaikan diri terhadap pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan big data yang dimilikinya. Saat ini robot di beberapa negara sudah bisa berbicara dan melayani sebagaimana layaknya manusia. Makripuddin menyampaikan bahwa big data yang dimiliki BKKBN adalah hasil pendataan keluarga, yang kondisinya masih belum banyak dimanfaatkan.

Tambahnya, saat ini kita juga bergantung pada penggunaan komputer. Penggunaan internet dibutuhkan setiap hari, contohnya dalam pengiriman laporan Kampung KB yang dilakukan secara online.

Ditegaskan Makripuddin, tantangan terhadap kemajuan teknologi adalah kita harus menguasai teknologi itu sendiri. Ketika kita tidak menguasai teknologi namun diharuskan bekerja menggunakan teknologi, maka kita membutuhkan orang lain untuk membantu pekerjaan tersebut. Dengan kata lain kita gagal menerima tantangan.

Kondisi saat ini, lanjutnya, pengguna smartphone tidak bisa lepas dari smartphonenya. Penelitian membuktikan bahwa pengguna smartphone mengakses internet rata-rata selama 4-8 jam sehari. Kondisi tersebut akhir-kahir ini turut mengiringi perkembangan “Hoax” yang tidak terkendali. Delapan puluh persen berita yang beredar di internet dan media sosial lainnya terbukti tidak dapat dipastikan kebenarannya.

“Hoax menciptakan kebencian dan keresahan yang berlebiihan. Hoax akan menjadi tantangan yang serius di masa depan karena Hoax dapat menyebarkan informasi tidak benar tentang program kita. Harus kita cegah dengan salah satu cara yakni menguasai teknologi”, jelasnya.

Selain harus menguasai teknologi, Makripuddin mengharuskan seluruh penyuluh lapangan menguasai program secara komprehensif, sebab jika keseluruhan program tidak dikuasai dengan baik, maka akan memberikan kesempatan beredarnya informasi yang tidak benar tentang program kita oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Untuk itu Makripuddin meminta seluruh penyuluh lapangan belajar dan meningkatan kapasitas diri, sebab berani sukses artinya berani menerima tantangan. “PKB/PLKB di era industri 4.0 harus menerima tantangan dan harus bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi”, pungkasnya.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Lombok Timur ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Keluarga Kabupaten Lombok Timur yang dilaksanakan di daerah wisata Otak Kokok Joben Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur.

Di lokasi yang sama juga dilakukan kegiatan pelayanan KB, bhakti sosial, dan penanaman pohon di sepanjang jalan Desa Pesanggrahan. Selain pemberian materi, kegiatan seminar menyelipkan pemberian hadiah kepada pemenang lomba Kampung KB tingkat Kabupaten Lombok Timur. (YN)

 

 

 

[1] Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_4.0#cite_note-Definition-I4.0-1