KONSOLIDASI IPeKB INDONESIA

Setelah ditandatanganinya Peraturan Kepala BKKBN No. 20 tahun 2018 tentang Organisasi Profesi Penyuluh Keluarga Berencana, maka Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB Indonesia) yang pada awalnya merupakan organisasi kemasyarakatan harus bertransformasi menjadi organisasi profesi. Perubahan mendasar di tubuh  IPeKB Indonesia ini, memerlukan adanya sinergisitas di semua aspek, mulai dari DPP IPeKB Tingkat Pusat hingga DPC di tingkat Cabang, serta komitmen dengan BKKBN sebagai instansi Pembina sehingga dibutuhkan adanya konsolidasi IPeKB Indonesia sebagai salah satu cara organisasi memperkuat dan penyesuaian diri dengan perubahan yang terjadi.

Bertempat di Balai Diklat Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Pengurus Pusat IPeKB Indonesia melakukan konsolidasi organisasi. Kegiatan yang mengambil tema: Dengan Konsolidasi IPeKB Indonesia Menuju Organisasi Profesi Yang Profesional, Tangguh dan Berkarakter Untuk Sukseskan Program KKBPK Di Era Industri 4.0, dihadiri oleh sekitar 30 orang pengurus DPP IPeKB Indonesia. Kegiatan yang diawali dengan Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah IPeKB Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan ini, dilaksanakan  pada hari Jum’at 5 Juli 2019 dan dibuka secara resmi oleh Drs. Wahidin M.Kes, Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN RI.

Pada sambutannya, Direktur Bina Lini Lapangan menyatakan bahwa tantangan Program KKBPK di era revolusi industry 4.0 akan semakin berat dengan semakin majunya tehnologi IT secara pesat dan simultan. Oleh karena itu, setiap PKB/PLKB harus meng-upgrade kemampuan dan potensi dirinya secara maksimal. Tehnologi informasi (IT) menjadi kewajiban bagi seluruh PKB/PLKB untuk dikuasai dan menjadi ketrampilan yang harus dimiliki. BKKBN sebagai instansi Pembina IPeKB Indonesia berharap banyak dari PKB/PLKB untuk militansi dan memiliki kebanggaan menjadi PKB/PLKB sehingga capaian program KKBPK dapat ditingkatkan dan jiwa corsa-nya dapat makin diperkuat.

Lebih lanjut, Drs. Wahidin M.Kes menjelaskan bahwa peningkatan profesionalisme dan kompetensi PKB/PLKB harus menjadi komitmen semua pihak. Peningkatan kompetensi dan profesionalisme ini tidak hanya dilakukan melalui Diklat di Latbang saja, tetapi juga harus memanfaatkan kemajuan tehnologi informasi melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, Livestreaming, Kuliah WA, dan sebagainya. Dibutuhkan PKB/PLKB yang mempunyai kompetensi tinggi dan profesional untuk dapat bersaing dalam peningkatan kinerja.

Sebagai kata penutup, Direktur Bina Lini Lapangan menitipkan 5 pesan penting kepada IPeKB Indonesia, yaitu 1. IPeKB Indonesia harus melakukan evaluasi internal; 2. Identifikasi potensi seluruh anggota; 3. Memberi peluang untuk generasi muda yang potensial sebagai pengurus; 4. Membangun sistem manajemen IPeKB Indonesia yang profesional dan 5. IPeKB Indonesia harus sejajar dengan dengan organisasi profesi lainnya.

Dari hasil diskusi konsolidasi yang telah dilakukan, beberapa hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut :

  1. Pemahaman tentang perubahan IPeKB Indonesia dari organisasi kemasyarakatan menjadi organisasi profesi harus dipahami oleh seluruh anggota.
  2. Akan dilakukan restrukturisasi struktur IPeKB Indonesia mulai dari tingkat DPP sampai DPC dengan penyesuaian berdasarkan Perka 20 tahun 2018 dan struktur organisasi di BKKBN.
  3. Akan dilakukannya penyempurnaan AD/ART IPeKB Indonesia.
  4. Penyempurnaan dan penetapan Kode etik dan prilaku Penyuluh KB sebagai dasar perilaku seluruh anggota organisasi.
  5. Akan dibuatkan website IPeKB Indonesia sebagai pusat informasi bagi seluruh PKB.
  6. Seluruh PKB wajib menjadi anggota organisasi IPeKB Indonesia dan Pengaktifan iuran anggota sebagai sumber pembiayaan organisasi.

Sebagai organisasi profesi, kedepannya kerja IPeKB Indonesia semakin berat. Perubahan secara mendasar harus dilakukan IPeKB Indonesia. Peran IPeKB Indonesia tidak lagi sebatas sebagai mitra BKKBN tetapi sudah menjadi bagian dari BKKBN itu sendiri. IPeKB Indonesia harus ikut bertanggung jawab akan maju mundur nya program KKBPK. Karena itu kinerja, dan keaktifan seluruh anggota organisasi menjadi bagian dari penilaian kinerja IPeKB Indonesia (Saiful A).