KOMPILASI DATA SEBAGAI BAHAN PROFIL KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Mataram – BkkbN online : Robert Malthus dalam sebuah teorinya menyatakan bahwa, laju pertumbuhan penduduk bertambah menurut deret ukur sementara pertumbuhan ekonomi bertambah menurut deret hitung, itu artinya bahwa laju pertumbuhan penduduk tidak diikuti dengan laju pertumbuhan ekonomi sehingga yang terjadi hingga sekarang ini bahwa penduduk semakin banyak sementara itu sumber ekonomi tetap atau bahkan semakin berkurang. Banyak lahan pertanian yang menjadi semakin sempit akibat banyaknya lahan pertanian yang berubah menjadi lingkungan perumahan, pabrik – pabrik serta peruntukan lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan upaya meningkatkan perekonomian. Hal tersebut diungkapkan Drs Muliardi Yunus selaku Kepala Dinas OPD KB Kabupaten Lombok Tengah pada saat pembukaan kegiatan penjajakan data profil program KKBPK kemarin.

Dilankjutkan Muliahardi bahwa program Kependudukan dan Keluarga Berencana dicanangkan oleh pemerintah sejak beberapa dekade lalu adalah dimaksudkan untuk menata penduduk agar tidak tumbuh secara liar. Disamping mengatur jumlah penduduk, program ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Mengingat pentingnya program ini, maka kita semua harus mendukungnya. Pernyataan ini sejalan dengan amanat dari Undang-undang Republik Indonesia No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang menyatakan bahwa dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas dilakukan berbagai upaya, yaitu: pengendalian angka kelahiran, penurunan angka kematian, pengarahan mobilitas penduduk, pengembangan kualitas penduduk pada seluruh dimensinya, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, penyiapan dan pengaturan perkawinan serta kehamilan.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan dalam paparannya bahwa profil kependudukan bisa menjadi rujukan perencanaan pembangunan daerah ketika isi yang dimuat adalah sesuai dengan data – data yang ada pada daerah tersebut sehingga tergambarkan permasalahan yang ada pada daerah sehingga mempermudah di dalam eksekusi dan intervensi dalam bentukm program – program pembangunan yang minitikberatkan pada penduduk sebagai pelaku dan penikmat pembangunan. Dan hasil yang diharapkan dari pertemuan tersebut adalah Teridentifikasinya permasalahan utama dampak pengendalian penduduk, dan Terbitnya buku Profil Kependudukan Tingkat Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam kesempatan yang sama Lalu Agustan Kusumaredi alias lalu Sten Cantha selaku pelaksana kegiatan yang juga Kasubbid Penetapan Parameter Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan dalam paparannya bahwa, tujuan kegiatan Fasilitasi Penjajagan, Kompilasi Data Profil Serta Pertemuan Koordinasi Penyusunan Profil & Parameter Program KKBPK Tingkat Kabupaten Lombok Tengah adalah : bertujuan untuk melakukan penjajakan data sekaligus memberikan gambaran serta informasi tentang kondisi sebenarnya kependudukan dan pelaksanaan program Keluarga Berencana di Kabupaten Lombok Tengah khususnya yang diamati dari aspek – aspek  kesehatan, pendidikan, pertanian, ketenagakerjaan dan Keluarga Berencana. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa 28 Juli 2019 di aula kantor OPD KB Kabupaten Lombok Tengah di Praya dengan Tim Fasilitator/Narasumber Fasilitasi Penjajagan, Kompilasi Data Profil Serta Pertemuan Koordinasi Penyusunan Profil & Parameter Program KKBPK terdiri dari : Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat;  Kasubbid Penetapan Parameter Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan melibatkan peserta dari lintas sektor terdiri dari 10 orang mitra kerja daerah sbb : OPD KB, Bappeda, Disnakertrans, Dukcapil, Dikpora, Dikes, Diskominfotik, Dinas Sosial, BPS, dan Koalisi Kependudukan. (SC)