Penguatan Jejaring kemitraan Program GenRe

Program Generasi Berencana adalah suatu program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja yang diarahkan untuk menciptakan tegar remaja agar menjadi tegar keluarga demi terwujudnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Adapun arah Program ini yang dikembangkan melalui dua arah yaitu, Pusat Informasi dan Konseling (PIK) dan Bina Keluarga Remaja (BKR). Dalam hal ini Pusat Informasi dan Konseling Remaja merupakan salah satu wadah yang dikembangkan dalam program genre, yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang pendewasaan usia perkawinan, delapan fungsi keluarga, kesehatan reproduksi remaja, keterampilan hidup, gender, dan keterampilan advokasi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan kegiatan Penguatan Jejaring  GenRe (Generasi Berencana) di Kabupaten Bima dan Kota Bima, Selasa – rabu (30 -31/7).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sosialisasi Program Generasi Berencana kepada masyarakat luas khususnya para remaja. Program ini juga memfasilitasi remaja agar belajar memahami dan mempraktikkan perilaku hidup sehat dan berakhlak untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar mewujudkan ‘Generasi Emas’dan  mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas dalam melaksanakan kegitan-kegiatan yang ramah remaja, perlu adanya penguatan Jejaring Kemitraan Program  GenRe Provinsi Nusa tenggara Barat. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini juga diserahkan seperangkat alat audio dan infocus projector kepada Forum GenRe Kota Bima agar pesan-pesan GenRe bisa disebar luaskan dengan mudah   .

“Saya berharap Program GenRe bisa disebarluaskan agar triad KRR bisa melembaga sehingga tidak ada lagi pernikahan dini, seks pra nikah dan penggunaan obat terlarang di kalangan remaja ungkap Dra. Baiq Nurhayati dalam meyampaikan materinya.

Sementara itu Wahyu Hidayat Yusuf, S.S.,M.Sc Plt. Kasubbid Bina Ketahanan Remaja mengatakan bahwa saat ini remaja di Provinsi NTB berjumlah 1,3 juta jiwa jumlah yang banyak tersebut tidak diikuti dengan kualitas yang mumpuni. Pernikahan dini, seks pra nikah dan narkoba menjadi tantangan yang besar remaja di NTB saat ini. Wahyu menambahkan bahwa dengan program GenRe remaja di Provinsi NTB bisa terbebas dari permasalahan-permasalahan tersebut, sehingga kemitraan dengan lintas sektor untuk memperkuat program ini bisa diwujudkan. (why)