Program BKB Butuh Dukungan Lintas Sektor

Mataram – BkkbN Online: Seperti yang diketahui BKB adalah kegiatan khusus yang mengelola tentang pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur yang dilakukan oleh sejumlah kader, BKB ini merupakan upaya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecederasan, sosial, emosional serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antara ibu atau anggota keluarga lainnya dengan anak balita.

Dalam sambutannya Kadis DPPKB Kota Bima  menjelaskan  bahwa pembangunan kependudukan dan keluarga berencana bertujuan untuk mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, ketahanan dan kesejahteraan keluarga adalah kondisi keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan  fisik materil guna hidup mandiri, mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan kebahagiaan lahir dan batin. Pembinaan terhadap balita dan anak dilaksanakan melalui pengembangan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada keluarga yang memiliki balita dan anak tentang tumbuh kembang dan pengasuhannya.

Ditempat yang sama Dra. Baiq Nurhayati memaparkan materi tentang pentingnya pengasuhan ayah dalam proses tumbah kembang anak, karena peran seorang ayah dipandang cukup sentral sehingga dipandang perlu oleh pemerintah dalam hal ini BKKBN untuk menggalakkan gerakan ini. Nurhayati menambahkan Kelomok BKB mempunyai peran yang sangat besar untuk penurunan stunting di Provinsi NTB untuk itulah peran lintas sektor dalam pengelolaan Program BKB mutlak dibutuhkan.

Pengasuhan anak, kata Wahyu Hidayat Yusuf. S.S.,M.Sc Kasubbid BKBAKKL, menjadi modal utama bagi orang tua. Jika terdapat kesalahan dalam pengasuhan sejak dini, maka akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari. “Pengasuhan erat kaitannya dengan kemampuan suatu keluarga dalam hal memberikan perhatian, waktu dan dukungan untuk memenuhi seluruh kebutuhan anak, mulai dari kebutuhan fisik, mental, dan sosial,” jelas wahyu.

“Informasi beredar begitu bebas, tak hanya orangtua dan orang dewasa tapi juga menerpa anak-anak. Saat ini, anak-anak pun sudah dapat memesan makanan via gadget dengan begitu mudah,” jelas wahyu.

Wahyu  mengharapkan Bina Keluarga Balita dapat menjalankan keterpaduan dengan kegiatan Posyandu dan PAUD. “BKKBN harus terus sinergi dengan mitra terkait, meningkatkan perhatian dan komitmen pengelola program BKB dengan meningkatnya kesadaran keluarga yang memiliki BADUTA di harapkan angka stunting di Provinsi NTB bisa menurun ujarnyaKegiatan pertemuan Kemitraan BKB Dengan Lintas Sektor diikuti oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari, Tim Penggerak PKK, Kader BKB, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa dan Keluarga BADUTA di kabupaten Bima dan Kota Bima.  (why)