KABID ADPIN MONEV KAMPUNG KB MEKAR DESA LENEK KALIBAMBANG

Kepala Bidang ADPIN Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Drs. Samsul Anam MPH bersama rombongan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pada Kampung KB Mekar Desa Lenek Kalibambang Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur. Kampung KB Mekar yang dibentuk pada tanggal 29 Agustus 2018 merupakan salah satu dari 10 Kampung KB di Lombok Timur yang pembentukannya disebabkan karena jumlah balita stuntingnya yang tinggi, yaitu mencapai 77 balita.

Dalam pengarahannya, Kabid ADPIN menerangkan bahwa tujuan monev ke Kampung KB ini adalah selain silaturahmi, juga untuk monitoring dan mengevaluasi perkembangan Kampung KB Mekar Lenek Kaliambang. Kampung KB yang diinisiasi oleh presiden Joko Widodo tidak hanya bertujuan utk meningkatkan derajat kesehatan, tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat, tetapi pada semua aspek kehidupan masyarakat sehingga meningkatkan tingkat dan derajat kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Kampung KB bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Karena meliputi semua aspek kehidupan masyarakat, maka dibutuhkan peran serta semua mitra untuk bergotong royong, dan keterlibatan seluruh lintas sektor terkait hukumnya wajib. Keterlibatan lintas sektor akan semakin nyata apabila ada rencana kerja yang disusun sebelum Desa menyusun RKP Desa. Hal ini dimaksudkan agar semua rencana aksi kampung KB dapat masuk dalam RPJMDes dan masuk dalam dukungan dana desa. bila ada kegiatan yg tidak dapat di biayai dalam dana desa, maka akan di dorong untuk digarap oleh lintas sektor tingkat kabupaten. BKKBN hanya dapat memfasilitasi melalui BOKB di kampung KB dalam bentuk pertemuan lintas sektor di Kampung KB sesuai rencana kerja yg telah disusun oleh pokja Kampung KB.

Lebih lanjut, Samsul Anam menegaskan bahwa dalam program Kampung KB, Presiden Jokowi  menitipkan 3 cita yang merupakan bagian dari Nawa Cita,  terutama cita ke-3 “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”, Cita ke-5 “meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”, melalui “Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana”. dan Cita ke-8 “melakukan revolusi karakter bangsa” yang diawali dengan Revolusi Mental. BKKBN bertanggung jawab untuk meningkatkan peran keluarga dalam mewujudkan revolusi mental.

Lebih lanjut disebutkan bahwa ada 11 kriteria kampung KB, yaitu :  1. Ada PLKB; 2. Hrs ada bidan desa; 3. Adanya aturan/SK; 4. Adanya Pokja kp KB 5. Adanya sekretariat/posko kp KB; 6. Adanya rencana kerja; 7. Ada Poktan yg berjalan; 8. Adanya sumber dana yg jelas; 9. Adanya akses pendidikan; 10. Adanya akses Pelayanan kesehatan;  11. Adanya minimal 5 sektor yg aktif. Dengan adanya 11 kriteria tersebut, maka sebuah Kampung KB dapat dianggap sebagai Kampung KB yang aktif,” lanjut Samsul Anam.

Sementara itu, Kepala Desa Lenek Kalibambang dalam sambutannya menyatakan bahwa pembentukan kampung KB telah memberikan peningkatan aktivitas dan peran kader serta masyarakat dalam program pembangunan umumnya dan program KB khususnya. Berbagai Program telah dilaksanakan seperti penyediaan sarana air bersih untuk masyarakat dengan pembiayaan dari dana desa, peningkatan derajat kesehatan dengan pemberian MKC kepada 40 KK, yang mana pada anggaran tahun 2019 akan difasilitasi 25 KK, dan sisanya sebanyak 15 KK akan diselesaikan di tahun 2020. Demikian pula desa telah menganggarkan untuk ibu-ibu kader yg membawa akseptor MKJP dengan menaikkan insentif kader sehingga aktivitas dan semangat kader dapat meningkat untuk mensukseskan program KB.(Saiful A).