Zero Stunting Kolaborasi Apik BKKBN Dengan Perguruan Tinggi

Mataram-BkkbN Online : Dalam RPJMN 2015-2019, pemerintah telah menargetkan penurunan stunting pada anak usia di bawah dua tahun (Baduta) dari 32,9 persen di 2013 menjadi 28 persen di 2019.

Dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2019, pemerintah telah menjadikan penurunan stunting sebagai salah satu Proyek Prioritas Nasional. “Dengan komitmen seperti itu, diharapkan SDM Indonesia mampu bersaing di era ekonomi digital yang memerlukan penguasaan teknologi dan skill yang tinggi, serta memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi,” kata Wahyu Hidayat Yusuf, S.S.,M.Sc, Selasa (13/8) di Desa Setanggor Kabupaten Lombok Tengah.

Besarnya potensi ancaman stunting, mendorong pemerintah sejak awal berkomitmen penuh dan serius menangani permasalahan ini. Pemerintah menetapkan 8 kabupaten prioritas untuk pengurangan angka stunting di Provinsi NTB.

Wahyu menambahkan Stunting merupakan manifestasi dari kegagalan pertumbuhan yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun (1000 Hari Pertama Kelahiran). Pencegahan dan penanggulangan stunting harus dimulai secara tepat sebelum kelahiran dan berlanjut sampai anak berusia dua tahun.

Masalah gizi anak yang menyebabkan stunting dan kekurangan gizi pada ibu hamil seringkali tidak disadari baik itu oleh individu, keluarga, maupun masyarakat. Peran petugas kesehatan termasuk masyarakat menjadi penting dalam mensosialisasikan gizi baik di Posyandu atau Puskesmas.

Hal penting lainnya adalah memperhatikan gizi cukup agar kelak ketika hamil mampu memberi asupan gizi pada janinnya.(why)