PELATIHAN CTU TINGKAT KAB. LOMBOK TIMUR

Teknologi Kontrasepsi Terkini (TKT) atau Contraceptive Technology Update (CTU) merupakan suatu upaya untuk pemutakhiran informasi dan teknologi kontrasepsi.. Istilah ini diartikan sebagai teknologi tepat guna dan sesuai untuk institusi pelayanan dengan sumber daya terbatas, dilaksanakan oleh petugas yang kompeten, dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat atau keluarga yang membutuhkan pelayanan kontrasepsi berkualitas. Pemberi pelayanan KB dalam hal ini Bidan tentunya memerlukan penyegaran pengetahuan dan keterampilan yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi kontrasepsi maupun perkembangan ilmu terbaru untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan KB bagi masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar pemberi pelayanan KB adalah para Bidan. Program KB di Indonesia tidak akan berhasil tanpa hadirnya Bidan yang merupakan ujung tombak penyedia layanan KB.

Bertempat di RSUD Soejono Selong telah dilaksanakan Pelatihan CTU selama empat hari dimulai tanggal 3 – 7 September 2019. Peserta pelatihan adalah bidan desa berjumlah 18 bidan Faskes KB .

Sebagai pihak penyelenggara adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur. Menurut Hj Nurul Fajri S.ST dari Bidang Kesga ( Kesehatan Keluarga ) Dinas Kesehatan Lombok Timur menyatakan Pelatihan ini diikuti oleh 11 kecamatan dengan biaya berasal dari APBD 2019 untuk 15 orang bidan dan swadaya sendiri untuk 3 orang bidan.

Sementara itu dari Tim P2KP ( Pusat Pelatihan Klinik Preimer ) Rumah Sakit Umum dr Soejono Selong, dr I Made Wardana menyatakan maksud dan tujuan dari pelatihan ini adalah  untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan pengetahuan para bidan dalam memberikan pelayanan KB, berupa pemasangan alat kontrasepsi IUD dan implan, Standardisasi pelayanan KB, agar tercapai keberhasilan pelayanan KB. Tindak lanjut dari pelatihan ini, yaitu evaluasi pasca pelatihan.

Dengan adanya pelatihan CTU maka kualitas pelayanam dan kemampuan para bidan di Lombok Timur meningkat sehingga mengurangi resiko atau tingkat kegagalan dalam penggunaan alat kontrasepsi. Pengetahuan teknologi kontrasepsi diikuti dengan praktik klinik simulatif  dan menggunakan model/anatomi, setelah itu baru menggunakan klien terutama AKDR dan Implan. Praktek  klinik dilaksanakan di Puskesmas Selong pada hari Jumat tanggal 7 september waktu jam 08.00 WITA – Selesai. Di dalam Praktek berhasil dipasangkan 11 orang akseptor KB, baik IUD maupun IMP dan 4 orang renoval IMP.

Salah seorang peserta pelatihan Rizkania Arwati berasal dari Faskes Kb Sandubaya wilayah Puskesmas Selong  menyambut gembira pelatihan ini karena  dapat belajar untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas dalam membantu program pelayanan KB..
“Saya merasa sangat bersyukur bisa ikut pelatihan CTU IUD dan implan, meskipun selama ini sudah biasa melakukan pemasangan kontrasepsi, namun banyak perbedaan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan ,dengan adanya pelatihan ini  menambah keterampilan dan pengetahuan saya sebagai seorang bidan,” ujar Rizkania Arwati.

Menurut Rizkania, setelah mendapatkan pelatihan ini , dapat melakukan tehnik yang benar dalam pemasangan IUD/IMP begitu juga dengan renoval ,dan juga harus Taat Asas husus sesuai pencegahan infeksi, Penapisan Pasien, efek obat tetapi tidak diperbolehkan untuk melakukan terapi  hormonal.

Teknologi Kontrasepsi Terkini Upaya untuk pemutakhiran informasi dan teknologi kontrasepsi, memberikan informasi terkini dan praktik terbaik bagi petugas ( Bidan ) untuk perbaikan kualitas dan keamanan pelayanan serta dapat meningkatkan akses dan kepuasan klien dan tingginya mutu pelayanan sehingga Program Kependudukan,Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga berhasil dengan baik. ( Iva Nirmala)