FORUM KADER KELURAHAN KELAYU UTARA

Dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi kader ,dan untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat telah dilaksanakan pertemuan bagi kader se kelurahan Kelayu Utara yang berlangsung pada hari Rabu 4 September 2019 waktu jam 10.30 WITA – selesai berlokasi di dusun Kebon Erat kelurahan Kelayu Utara kecamatan Selong.Pertemuan ini rutin dilaksanakan setiap bulan, lebih familier disebut dengan forum kader.Forum kader ditujukan untuk tersedianya ruang pembelajaran bagi kader dalam rangka mengembangkan kreativitas,solidaritas dan bisa menjadi wadah untuk mendapatkan informasi dan edukasi dan untuk memotivasi diri agar bisa menjadi kader yang terampil.Forum kader beranggotakan semua kader baik kader KB maupun kader Kesehatan.

Hadir dalam pertemuan ini  Lurah, PPKBD, Bidan Desa  dan PLKB kelurahan Kelayu Utara.Dari 35 kader yang ada yang hadir  sekitar 25 kader posyandu dan kader sub PPKBD .Dalam Pertemuan ini Lurah Kelayu Utara Erliyawan SAP  memberikan arahan agar forum kader ini bisa berkelanjutan karena dapat menjadi tempat pembelajaran dan silaturahmi bagi kader,disamping itu  Lurah Kelayu Utara menyampaikan tentang  profesi kader sebagai penggerak pembangunan ditingkat desa maupun kelurahan,karena dalam setiap pertemuan forum kader ini akan dapat saling bertukar pikiran apabila timbul permasalahan yang tidak diharapkan dan dapat didiskusikan. Erliyawan SAP  berharap agar kader lebih meningkatkan peran dan fungsinya, karena sudah ditunjang oleh insentif Rp 100.000/bulan,walaupun masih begitu minim dan belum sebanding dengan kontribusi yang telah diberikan oleh kader.Forum kader ini juga dimaksudkan untuk penguatan program-program pemerintah yang ada ditingkat kelurahan dalam hal ini Lintas Sektor.Selanjutnya Erliyawan juga menyampaikan tentang PMT bagi anak-anak di Posyandu agar disesuaikan dengan standar gizi yang sudah diberikan oleh bagian gizi dari Puskesmas, agar terhindar dari Stunting.

Selanjutnya dalam pertemuan ini Bidan Desa juga menyampaikan tentang tanda tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan trimester berapapun, mual dan muntah berlebihan, kontraksi dini pada trimester ketiga,air ketuban pecah , kaki mulai bengkak, aktivitas janin menurun secara nyata dan Eklamsia yaitu  kondisi pada ibu hamil yg diikuti dengan kejang-kejang. Bidan Desa menghimbau pada kader untuk terus memantau dan melihat perkembangan dari ibu hamil diwilayah posyandu masing-masing. Bidan desa juga berharap agar jangan setelah kejadian baru dibawa ke polindes,diusahakan agar kader bisa memberikan motivasi kepada ibu hamil untuk mau datang ke posyandu atau periksa kehamilan di polindes.

Terakhir PLKB menyampaikan materi tentang data,yaitu R/I/PUS dan Pemutahiran Basis Data Keluarga ( PBDKI ). Perubahan data keluarga ini sangat penting ,karena dengan R/I/PUS  dapat diketahui  sasaran atau pus yang belum ber kb. Sementara untuk data PBDKI menunggu blanko untuk KK baru.Menurut PLKB tugas dari kader pendata ini adalah untuk mengupdate data yang sudah ada apabila terjadi perubahan dan mendata pasangan yang baru kawin / KK baru. Periode menginput data dimulai sejak bulan Pebruari sampai dengan bulan Desember 2019.

Setelah pertemuan ini ditutup ,dilanjutkan dengan acara arisan rutin setiap bulan bagi kader posyandu dan sub PPKBD.

Melalui  Forum Kader  dapat menambah wawasan ,informasi dan Edukasi  ( Iva Nirmala) .