BKKBN PROVINSI MELAKUKAN PEMANTAUAN STOCK OPNAME

Dalam rangka mendukung kesuksesan program Keluarga Berencana (KB)  maka salah satu faktor  yang sangat penting adalah adanya jaminan ketersedian alat kontrasepsi untuk memenuhi  hak-hak reproduksi pasangan usia subur. Jaminan alat kontrasepsi akan tercipta  apabila dimana kondisi pasangan usia subur dapat dengan mudah memperolehnya, dimanapun, kapanpun dan aman sesuai jenis kontrasepsi yang diinginkan.

Penyediaan Kontrasepsi merupakan salah satu urusan wajib bidang keluarga berencana. Mengingat pentingnya data perencanaan kebutuhan Alat Kontrasepsi dalam penyediaan kontrasepsi secara akurat dinamis dan terkini.

Stock opname alat kontrasepsi adalah salah satu bentuk kegiatan perhitungan persediaan alat kontrasepsi di gudang ( Tempat Penyimpanan Alkon) Kegiatan ini memang cukup menyita waktu, karena  akan memeriksa dan melakukan perhitungan barang yang ada di dalam gudang secara langsung. Selain itu, dalam melakukan perhitungan juga tidak boleh ada kesalahan atau ada yang terlewat, karena nantinya akan berpengaruh pada stok alat kontrasepsi.

Kegiatan stock opname alat kontrasepsi dilakukan untuk mengetahui secara pasti dan benar tentang persediaan alat kontrasepsi yang ada pada catatan laporan F/II/KB dan barang yang ada di gudang, apakah jumlahnya sama atau berbeda. Jika ditemukan barang lebih banyak daripada yang tertulis di stock opname, maka bisa dilakukan pengecekan ulang apakah kemungkinan ada  belum dicatat atau kesalahan dalam melakukan pencatatan.

Alat/obat kontrasepsi didistribusikan  ke Puskesmas, Klinik KB, Rumah Sakit Swasta dan Rumah Sakit Pemerintah yang juga berdasarkan permintaan atau distribusi  langsung. Pencatatan dan Pelaporan dilakukan mulai dari alat/obat kontrasepsi diterima sampai dengan alat/obat dikeluarkan .Untuk  Surat Bukti Barang Keluar (SBBK) yang sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Keluarga Berencana Nasional. Pelaporan alat/obat kontrasepsi adalah penghitungan fisik semua alat/obat kontasepsi baik di gudang maupun yang ada di faskes kb. Laporan bulanan persediaan alat/obat kontrasepsi Puskesmas, Klinik KB disampaikan ke Kabupaten dan Kota dalam bentuk laporan F/II/KB.  Namun dalam hal ini laporan F/II/KB tidak dikirim ke BKKBN Provinsi melainkan hanya pada Kabupaten dan Kota.

Berdasarkan hal tersebut diatas telah diadakan uji petik stock opname alat kontrasepsi yang ada di faskes kb. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 16 September 2019  berlokasi di Faskes KB Puskesmas Selong. Hadir Pada kesempatan ini adalah dari BKKBN Provinsi Ibu Made Siti,S Sos dari Bidang KB-KR dan dari  DP3AKB hadir kasi KB  Hj Yuliani SST.

Menurut bu Made Siti sangat diharapkan agar Bidan dan PLKB seiring dan sejalan dan saling bahu membahu didalam mensukseskam program KKBPK. Disamping itu bu Made menyatakan bahwa stock opname yang ada di Puskesmas selong sudah sesuai dengan laporan yang ada, hanya perlu untuk administrasi agar lebih dilengkapi seperti R/II/Kb yang masih menggunakan buku tulis.

Dari BKKBN Provinsi juga menyatakan distribusi dan penyimpanan merupakan hal yang mutlak diperhatikan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur ( SOP) yang sudah ditentukan. Kemudian lanjutnya  diberikan pengetahuan tentang pencatatan, pelaporan dan stok opname   serta praktek lapangan.

Disamping ke puskesmas Selong BKKBN Provinsi juga melakukan uji petik di Faskes KB kecamatan Sukamulia

Diharapkan dengan terpenuhinya ketersediaan  alat kontrasepsi maka hak-hak reproduksi pasangan usia subur dapat terpenuhi dan akan berdampak  pada penurunannya  angka kelahiran / TFR.( Iva Nirmala )