CEGAH KEKERASAN TERHADAP ANAK (KTA)

Anak adalah tumpuan dan harapan orang tua. Anak jugalah yang akan menjadi penerus bangsa ini. Sedianya, wajib dilindungi maupun diberikan kasih sayang. Namun fakta berbicara lain. Maraknya kasus kekerasan pada anak sejak beberapa tahun ini seolah membalikkan pendapat bahwa anak perlu dilindungi. Begitu banyak anak yang menjadi korban kekerasan keluarga, lingkungan maupun masyarakat dewasa ini, kasus kekerasan kepada anak membutuhkan peran serta masyarakat. Oleh karenanya masyarakat dapat lebih peduli kepada lingkungan sekitarnya. Pengertian anak disini adalah seseorang yang belum mencapai umur 18 th Kekerasan Anak adalah perlakuan orang dewasa atau anak yang lebih tua dengan menggunakan kekuasaan/otoritasnya terhadap anak yang tak berdaya yang seharusnya menjadi tanggung jawab dari orangtua atau pengasuh yang berakibat penderitaan, kesengsaraan.Kekerasan terhadap anak  adalah tindak kekerasan secara fisik,seksual,penganiayaan,emosional,atau pengabaian terhadap anak.Dampak kekerasan terhadap anak, kesehatan mentalnya cenderung kurang percaya diri dan akan menimbulkan gangguan kecemasan dan defresi. Pasal 28B ayat 2 yang berbunyi “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. .

Bertolak dari hal tersebut diatas telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi Perlindungan Kekerasan Terhadap Anak ( KTA ) oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan ,Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana  ( DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur , pada hari Rabu,tanggal 18 September 2019 berlokasi di kelurahan Kelayu Selatan. Hadir dalam kesempatan ini bapak Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB ,Hajrin SKM, dengan  peserta berjumlah 30 orang berasal dari Orang tua asuh dari anak berkebutuhan khusus, tokoh agama,tokoh masyarakat,kader dan LKMK. Dalam Sambutannya  Hajrin SKM menyatakan sangat perlu dibentuk Desa Ramah Anak yaitu desa yang peduli terhadap anak dengan menyediakan sarana atau keperluan yang aman dan nyaman untuk anak.

Dalam proses tumbuh kembang, anak memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi agar bisa bertumbuh kembang secara optimal. Kebutuhan tersebut bukan hanya terkait kebutuhan fisik, namun juga kebutuhan sosial dan psikologis, serta lingkungan yang mendukung berkembangnya semua potensi yang dimilikinya. Lingkungan yang baik, akan menghasilkan anak yang baik yang selanjutnya akan berkembang menjadi insan dewasa dan berada di lingkungan yang lebih luas lagi, yaitu wilayah dan negara .

Ada tiga point yang harus diperhatikan dalam desa ramah anak yaitu,menfasilitasi hak anak,, perlindungan terhadap kekerasan anak dan perlindungan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK).Point terpenting dari pengembangan kota laya anak ( KLA) atau desa ramah anak adalah adanya komitment dari pemangku kebijakan untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan hak-hak anak. Hajrin jg menambahkan bahwa anak perlu mendapatkan akte kelahiran, mendapatkan waktu barmain,belajar dan mengaji ,disamping itu juga anak harus mendapatkan hak kesehatan dan hak pendidikan.Selanjutnya ada tiga pemateri yang hadir dalam pertemuan ini ,masing-masing dari kasi Anak Berkebutuhab Khusus H.M.Ali S,sos , kasi perlindungan anak H Husnul Hadi SKM dan dari LSM Bakti Mampu yaitu ibu Tris.Dari ketiga pemateri menyampaikan materi yang intinya sama yaitu bagaimana memberikan perhatian pada perkembangan anak dan memberikan perlindungan agar jangan sampai terjadi kekerasan terhadap anak.

Sebagai warga negara yang baik dan berpengetahuan marilah menghargai anak dengan menghindarkan mereka dari tindakan kekerasan yang dapat merusak masa depan mereka sehingga anak-anak ini bisa tumbuh dan berkembang dengan bebas dan bertanggung jawab dan akan menjadi generasi penerus bangsa yang handal ( Iva Nirmala )