KABID KB-KS LOTIM BUKA PERTEMUAN PENGUATAN KETAHANAN KELUARGA BERBASIS KELOMPOK BKB

Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan salah satu bentuk kelompok kegiatan yang menjadi salah satu program unggulan BKKBN. BKB merupakan program yang strategis dalam upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini. BKB secara kontinyu menanamkan kepada orang tua agar tetap memperhatikan perkembangan anak secara komprehensif.

Bina Keluarga Balita (BKB) adalah upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antara ibu atau anggota keluarga lainnya dengan anak balita. Bina keluarga balita adalah kegiatan yang khusus mengelola tentang  pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur, yang dilaksanakan oleh sejumlah kader dan berada ditingkat RW. Jadi prinsipnya adalah kelompok BKB sangat bermanfaat, baik bagi otang tua maupun bagi anak.

Bertempat di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Selong, Kepala Bidang KB-KS Dinas Pemberdayaan Keluarga, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur, Ir. Abdul Hakim, MM secara resmi membuka pertemuan Penguatan  Ketahanan Keluarga Berbasis Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Agustus 2019 tersebut dihadiri oleh sekitar 30 orang peserta, yang terdiri dari Camat Selong, UPTD P3AKB Kecamatan Selong, PKB/PLKB serta ketua dan sekretaris pengurus BKB.

Dalam sambutannya, Kabid KB-KS mengingatkan pentingnya pengasuhan keluarga mulai dari sebelum program kehamilan hingga anak usia balita. Terlebih pemerintah saat ini tengah berupaya menangani masalah stunting atau kekerdilan pada anak. Pengasuhan anak menjadi modal utama bagi orangtua. Jika terdapat kesalahan dalam pengasuhan sejak dini, maka akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari. Persiapan sebelum hamil, tidak anemia itu yang penting. Lalu program 1.000 hari pertama kehidupan dari kehamilan sampai dua tahun, ASI-nya harus terpenuhi. Setelahnya saat usia dua tahun ke atas atau usia PAUD, anak berada dalam masa pertumbuhan emas dan harus diisi dengan berbagai macam pendidikan. Pada masa inilah peran Bina Keluarga Balita (BKB) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari kementerian atau dinas pendidikan dan kebudayaan diterapkan untuk mengoptimalkan kecerdasan anak.

Lebih lanjut, Abdul Hakim juga mengingatkan kesehatan anak mulai dari pemenuhan gizi hingga kebersihan lingkungan harus dijaga. Mulai dari sanitasi hingga perilaku hidup bersih dan sehat yang harus diterapkan. Pengasuhan erat kaitannya dengan kemampuan suatu keluarga dalam hal memberikan perhatian, waktu dan dukungan untuk memenuhi seluruh kebutuhan anak, mulai dari kebutuhan fisik, mental, dan sosial,” jelasnya.

“Program BKB dapat menjalankan keterpaduan dengan kegiatan posyandu dan PAUD. Dari sejumlah data yang ada di Bidang KB-KS DP3AKB Kabupaten Lombok Timur, belum semua kelompok BKB yang menjalankan keterpaduan dengan kegiatan posyandu dan PAUD. Kita harus terus sinergi dengan mitra terkait, meningkatkan perhatian dan komitmen pengelola program BKB di lini lapangan,” ungkap Abdul Hakim

Kinerja program BKB dan anak saat ini masih membutuhkan perhatian dan komitmen dari para pengelola program BKB, baik dari tingkat pusat hingga tingkat desa. Hal ini sebagai hasil akumulasi dari berbagai situasi yang terjadi sejak era desentralisasi atau otonomi daerah. (Saiful A.)