PENGEMBANGAN BKB HOLISTIK INTEGRATIF

Oleh : Saiful Anugrahadi, PKB Madya Kab. Lombok Timur

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan pilar utama bagi pembangunan, karena kualitas SDM sangat menentukan kemajuan suatu bangsa. Kualitas SDM antara lain dicerminkan oleh derajat kesehatan, tingkat intelegensia, kematangan emosional dan spiritual yang ditentukan oleh kualitas anak sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia 6 tahun.

Memasuki era revolusi industry 4.0, Indonesia membutuhkan SDM unggul, yaitu  sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produkti, yang merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa dan negara Indonesia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pencapaian tumbuh kembang optimal sangat ditentukan oleh kualitas perkembangan anak selama periode usia dini yaitu sejak janin sampai anak berusia 6 (enam) tahun yang terlihat dari meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi, kecerdasan dan keceriaan, pematangan emosional dan spiritual, dan kesejahteraan anak. Untuk menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini, diperlukan upaya peningkatan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan, dan rangsangan pendidikan yang dilakukan secara simultan, sistematis, menyeluruh, terintegrasi, dan  berkesinambungan.

Dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor  60  Tahun  2013 Tentang  Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif disebutkan bahwa Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD-HI) adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi, dengan tujuan terselenggaranya layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.

Anak usia dini adalah anak sejak janin dalam kandungan sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang dikelompokkan atas janin dalam kandungan sampai lahir, lahir sampai dengan usia 28 (dua puluh delapan) hari, usia 1 (satu) sampai dengan 24 (dua puluh empat) bulan, dan usia 2 (dua) sampai dengan 6 (enam) tahun. Pada periode ini seorang anak sangat membutuhkan asupan gizi seimbang, kesehatan, pedidikan dan pengasuhan yang baik dan benar agar anak dapat tumbuh kembang secara optimal. Oleh karena itu dalam menciptakan SDM yang bermutu, perlu dilakukan sejak dini yaitu dengan memenuhi kebutuhan dasar anak.

Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif mempunyai tujuan khusus yaitu terpenuhinya kebutuhan esensial anak usia dini secara utuh meliputi kesehatan dan gizi, rangsangan pendidikan, pembinaan moral-emosional dan pengasuhan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai kelompok umur; terlindunginya anak dari segala bentuk kekerasan, penelantaran, perlakuan yang salah, dan eksploitasi di manapun anak berada; terselenggaranya pelayanan anak usia dini secara terintegrasi dan selaras antar lembaga layanan terkait, sesuai kondisi wilayah; dan terwujudnya komitmen seluruh unsur terkait yaitu orang tua, keluarga, masyarakat, Pemerintah dan Pemerintah Daerah, dalam upaya Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif.

Arah kebijakan BKKBN yang tertuang dalam Renstra BKKBN 2015-2019 salah satunya adalah kebijakan peningkatan pembangunan keluarga tentang pemahaman orang tua mengenai pentingnya keluarga dalam pengasuhan tumbuh kembang balita dan anak. Upaya yang dilakukan salah satunya melalui Bina Keluarga Balita (BKB) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua untuk mengasuh dan membina tumbuh kembang anak melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral. Pelaksanaan layanan BKB yang sudah terintegrasi dengan layanan Posyandu dan PAUD biasa dikenal dengan sebutan BKB Holistik Integratif (BKB HI).

Kinerja Program BKB saat ini masih membutuhkan perhatian dan komitmen dari para pengelola program BKB, baik dari tingkat pusat hingga tingkat desa. Hal ini sebagai hasil akumulasi dari berbagai situasi yang terjadi sejak era desentralisasi atau otonomi daerah. Keberadaan BKB HI sejak terbitnya eraturan Presiden Republik Indonesia Nomor  60  Tahun  2013, belum menunjukkan kenaikan yang signifikan. Pada 2017 jumlah BKB HI sebesar 9,2% dari target sebesar 12,5% serta pada akhir 2018 jumlah BKB HI sebesar 10,70% dari target 15%. Padahal jumlah kelompok BKB di Indonesia berdasarkan laporan rutin Desember 2018 tercatat ada 89.015 kelompok.

Pentingnya peran keluarga dalam pengasuhan tumbuh kembang balita dan anak, merupakan hal yang sangat urgent dipahami. Peranan keluarga sebagai wahana pertama dan utama dalam memberikan pengasuhan kepada anak, berperan penting dalam tumbuh kembang anak dan upaya membangun karakter SDM. Keluarga dituntut mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif.

Dalam membangun keluarga, perlu dipahami juga 4 konsep agar keluarga menjadi lingkungan belajar yang positif, yaitu : Keluarga berkumpul (manfaatkan waktu luang bersama keluarga untuk berkumpul dengan melakukan aktifitas yang dapat memperkuat kelekatan di antara masing-masing anggota keluarga.); Keluarga berinteraksi (anggota keluarga saling berinteraksi satu sama lain. Perbanyak komunikasi dan diskusi di antara anggota keluarga); Keluarga berdaya (keluarga berdaya menunjukkan keluarga mandiri yang tidak bergantung kepada orang lain dalam memenuhi kebutuhan keluarga ataupun dalam menyelesaikan masalah keluarga); dan Keluarga peduli dan berbagi (antar anggota keluarga harus saling memahami dan menghargai satu sama lain, peduli bila ada anggota keluarga yang terkena musibah, gotong royong dalam menghadapi permasalahan dalam keluarga).

Dengan adanya komitmen seluruh unsur terkait yaitu orang tua, keluarga, masyarakat,  dan seluruh stake holder dalam upaya Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif, serta adanya pelaksanaan layanan BKB yang sudah terintegrasi dengan layanan Posyandu dan PAUD, maka pada generasi berikutnya, diharapkan Indonesia akan memiliki SDM unggul, yaitu  sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produkti, yang merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa dan negara Indonesia. (dari berbagai sumber).