BKKBN PERWAKILAN NTB GELAR WORKSHOP OPTIMISME MENGHADAPI BONUS DEMOGRAFI DAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI NUSA TENGGARA BARAT

Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan NTB menggelar workshop dengan tema Optimisme Menghadapi Bonus Demografi dan Revolusi Industri 4.0 di Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB) pada Rabu (16/09).

Workshop dengan SK Kepala Perwakilan NTB Nomor 2133/01/J5/2019 ini bertujuan agar mendapat masukan dari peserta yang hadir atas buku yang berjudul Optimisme Menghadapi Bonus Demografi dan Revolusi Industri 4.0 Di Nusa Tenggara Barat dan ditulis oleh Kepala BKKBN Perwakilan NTB sendiri, yaitu Dr.Drs.Makripuddin M,Si.

“Diharapkan dari masukan-masukan ini bisa menyempurnakan, yang nantinya buku ini siap cetak dan mendapat International Standard Book Number (ISBN) dari Perpustakaan Nasional,” Jelas Drs. Samsul Anam, M.P.H selaku Kabid Adpin dalam pelaporannya.

Samsul juga menuturkan bahwa buku tersebut nantinya dapat menjadi referensi bagi pengelola program dan perguruan tinggi untuk lebih optimis menghadapi isu Bonus Demografi (BD).

“Ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola program, perguruan tinggi untuk lebih bagaimana kita (bonus demografi) untuk optimis dan menjadi acuan bagi mahasiswa supaya nanti tulisan-tulisannya bisa mengacu pada implementasi.” Lanjut kabid adpin.

Kepala Perwakilan BKKBN NTB menginformasikan dalam materi workshop bahwa buku tersebut sesungguhnya ia tulis dalam bentuk Kertas Kerja Perorangan atau biasa disebut dengan istilah Taskap.

“Saya diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) selama 7 bulan dan salah satu karya terakhir yang harus dibuat oleh peserta Lemhannas adalah Taskap itu, karya perorangan.” Jelas Makripuddin.

Dengan mengamati informasi terkait isu Bonus Demografi yang simpang siur dan revolusi industri 4.0 saat ini, maka hal tersebut menjadi arti penting buku yang ditulis oleh Kepala Perwakilan BKKBN NTB tersebut.

“Saya melihat informasi tentang Bonus Demografi ini simpang siur. Ada yang mengatakan menyongsong BD tahun 2020-2030, macam-macamlah kalimat yang ada dan itu sesuatu yang kerap terjadi karena pemahaman kita tentang BD itu agak sedikit kurang. Yang kedua, banyak yang pesimis bahwa kita gak akan bisa menghadapi BD karena SDM kita yang rendah, kemudian lapangan kerja kita terbatas dan sebagainya.” jelas Kepala Perwakilan BKKBN NTB.