SOSIALISASI DAN ORIENTASI BKR ( BINA KELUARGA REMAJA ) TINGKAT KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Remaja menurut BKKBN adalah penduduk laki-laki atau perempuan yang berusia 10-24 tahun dan belum menikah Remaja adalah pribadi yang terus berkembang menuju kedewasaan, dan sebagai proses perkembangan yang berjalan natural, remaja mencoba berbagai perilaku yang terkadang merupakan perilaku yang berisiko. Program Bina Keluarga Remaja (BKR) merupakan program yang dicanangkan oleh Badan Kependudukan dan Keuarga Berencana Nasional (BKKBN).Sasaran program ini ditujukan bagi keluarga yang memiliki anak remaja sebagai wadah dan sumber informasi bagi orangtua untuk memperoleh pengetahuan tentang remaja.  Bina keluarga remaja (BKR) merupakan program strategis dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (sdm) yang berkualitas dalam lingkungan masyarakat. BKR juga merupakan upaya meningkatkan pengetahuan , sikap dan ketrampilan orang tua dan anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang anak dan remaja secara seimbang melalui komunikasi efektif antara orang tua dan anak remaja. “baik secara fisik, intelektual, kesehatan reproduksi, mental emosional, sosial dan moral spiritual

Bertempat di aula kantor UPT DP3AKB kecamatan Selong telah dilaksanakan Sosialisasi dan Orientasi BKR se Kabupaten Lombok Timur hari Selasa tanggal 22 Oktober 2019 Waktu jam 08.00 WITA- Selesai. Pertemuan ini diikuti oleh 35 orang peserta dari 12 kecamatan  terdiri dari pengurus kelompok BKR ( Ketua,Sekretaris, Bendahara). Dari 42 kelompok BKR yang ada Di Lombok Timur hanya 12 kelompok BKR yang diikutkan . Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk berusaha meningkatkan kualitas dan kapasitas kelompok. Kelompok BKR yang menjadi unggulan akan lebih mapan dan memiliki fungsi tambahan sebagai model, tempat rujukan, studi banding, dan magang bagi Kelompok BKR lainnya.Hadir dalam kesempatan ini kepala Bidang KB/KS bapak Abdul Hakim dan Kasi Ketahanan Keluarga Ir Budi Sutrawati. Menurut Abdul Hakim anak sejak balita sampai remaja merupakan tanggung jawab dari keluarga yaitu orang tua. Disebutkan juga  Remaja sangat rentan terhadap sex bebas, narkoba karena ketidak tahuan mereka akan resiko yang diakibatkan oleh hal tersebut, sehingga sangat diperlukan peranan orang tua dan keluarga untuk membimbing dan membina serta mendidik .Resiko dari sex bebas dan Nafja akan merusak otak dan akan mengakibatkan HIV AIDS” Ungkapnya . Himbauannya marilah lakukan koreksi pada diri sendiri keluarga dan anak.

Sementara itu Ir Budi Sutrawati menyampaikan tentang Tribina yaitu BKB, BKR ,BKL dan tidak lupa juga menyinggung tentan PIK-R . Beliau juga menyampaikan agar kelompok BKR dapat berintegrasi dengan PIK-R dan UPPKS  agar bisa membentuk pola-pola kegiatan dan tertib administrasi. Dari sisi pengembangan kelompok BKR, dinilai penting untuk mengaktifkan kelompok ini, karena para orang tua yang tergabung dalam kelompok BKR dapat berdiskusi tentang teknik berkomunikasi dan cara mendampingi anak remaja mereka.Sasaran dari BKR Ini adalah keluarga. Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kelompok BKR tersebut perlu dikembangkan suatu kegiatan yang memacu kelompok-kelompok untuk lebih maju dan mandiri. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pemilihan kelompok BKR Unggulan dan dapat dilombakan. Pemilihan tersebut diharapkan akan mendorong setiap Kelompok BKR untuk lebih aktif dan lebih meningkatkan kualitasnya.

Dari PLKB yaitu Dra Laely Hidayati yang membina BKR diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalamannya dalam pengelolaan kelompok BKR di wilayah binaannya yaitu didesa Tumbuh Mulia kecamatan Suralaga. Laely  menyampaikan tentang penyuluhan yang dilakukan di kelompok BKR oleh kader kelompok BKR yaitu penyuluhan tentang  Peran orang tua dalam pembinaan anak remaja, Tumbung kembang remaja , Penanaman nilai-nilai moral kepada remaja, Kesehatan reproduksi anak remaja, Narkoba dan Minuman Keras, HIV/AIDS, Keterampilan/kecakapan hidup anak remaja serta Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).

Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya,dan akan menjadi generasi penerus bangsa. ( Iva Nirmala)