GEBYAR AKSI AKADEMI KREATIF SANTRI TAHUN 2019

Remaja adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan untuk mengubah kehidupan yang lebih baik. Apabila remaja di suatu bangsa dapat mengubah bangsa ke arah yang lebih baik, maka bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang memiliki generasi-generasi penerus yang hebat.

Sebagai bentuk kepedulian BKKBN Propinsi NTB terhadap problematika yang terjadi di dunia remaja.BKKBN propinsi NTB gelar Gebyar Aksi Akademi Kreatif Santri Berbais Pondok Pesantren se Pulau Lombok tahun 2019 di Ponpes AL IJTIHAD AL MAHSUNI  Danger Masbagik Lotim, Jumat dan Sabtu (25 – 26 Oktober 2019).

Menurut kabid Advin BKKBN Propinsi NTB Drs.Samsul Anam.M.PH. sebagai ketua panitia penyelenggara, bahwa kegiatan ini dilatar belakangi oleh :

  1. NTB 80% usia remaja berada di pondok pesantren.
  2. Sebagai apresiasi terhadap PIK R yang ada di pondok pesantren dan evaluasi pendidikan remaja mulai dari Pendewasaan Usia Perkawinan, TRIAD KRR dan life skill.
  3. Sebagai ajang silaturahmi antar pondok pesantren.

Sebanyak 250 santri mengikuti Gebyar Aksi Akademi Kreatif Santri se pulau Lombok 2019 perwakilan  25 pondok pesantren yang nantinya akan mengikuti :

  1. Lomba Cerdas Cermat dengan tujuan untuk evaluasi sejauh mana kelancaran PIK R diserap oleh adik-adik Ponpes.
  2. Pengembangan Life skill melalui lomba Teatrikal.
  3. Lomba Musikal dengan mengaransmen ulang lagu MARS KB.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Perwakilan BKBBN Propinsi NTB Dr.Drs.Lalu Mahripudin M.Si,  dalam pengarahan beliau bahwa untuk bisa bersaing di generasi MILENIAL harus bisa menguasai 3 hal yakni:

  1. Bahasa asing minimal bahasa Inggris.
  2. Kemampuan Teknologi Informasi.
  3. Kemampuan memecahkan Masalah

Pusat Informasi dan Konseling Remaja merupakan salah satu wadah yang dikembangkan dalam program GenRe, yang dikelola dari,.oleh dan untuk Remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang pendewasaan usia perkawinan, TRIAD KRR (seksualitas, HIV dan AIDS), keterampilan hidup (life skills).

Tujuannya menurunkan angka perkawinan dibawah usia 20 tahun, menanamkan pentingnya 8 fungsi keluarga, pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi (aspek tumbuh kembang remaja) serta pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual.

Kegiatan ini digelar untuk memberikan ruang untuk berkumpul dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan seluas-luasnya agar dapat mengambil sesuatu yang positif dan menghindari dari hal-hal yang negatif serta tumbuh menjadi generasi hebat yaitu generasi yang berilmu dan berakhlak.

Melalui kegiatan ini diharapkan remaja bisa menjaga kesehatan reproduksinya, remaja memiliki life skills dalam menghadapi tantangan hidup di era global ini serta terwujudnya remaja sehat, cerdas dan berencana.

Masalah kesehatan reproduksi pada pria, wanita dan remaja adalah hal yang sangat penting khususnya mereka yang masih muda.Kalau masalah reproduksi ini tidak diperhatikan dengan baik, masalah dengan kehamilan akan muncul saat pasangan menikah dan berusaha memiliki momongan.

Masalah pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual untuk remaja kerap dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan. Padahal, hal ini memiliki peran yang sangat penting, tidak saja untuk kesehatan namun juga untuk memberikan informasi yang tepat bagi kalangan remaja. Selain itu juga remaja diarahkan agar dapat melewati 5 transisi kehidupan remaja yaitu melanjutkan pendidikan, melanjutkan pekerjaan, membangun keluarga kecil bahagia sejahtera, melakukan sosialisasi di masyarakat dan mempraktikkan pola hidup sehat.

Keberadaan GenRe (Generasi Berencana) mendukung pelaksanaan Nawacita dalam upaya peningkatan kualitas SDM dan membentuk karakter bangsa melalui revolusi mental. GenRe juga merupakan wadah bagi remaja untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dan mempersiapkan remaja dalam meningkatkan kemampuan ekonomi bagi remaja dalam bonus demografi.

Suhendra, remaja yang saat ini sangat dekat dengan dunia digital atau jaringan internet juga dekat pada situasi yang menguntungkan maupun merugikan. Satu diantaranya bahaya yang mengancam remaja adalah mudahnya menjadi target berita hoax dan ikut menyebarkan Selain itu bahaya bagi remaja yakni pola konsumtif remaja yang berlebihan dan tidak diimbangi dengan kemandirian ekonomi oleh remaja itu sendiri.

Sedangkan menurut Kariyalsi Adinda santriwati sekaligus anggota PIK R Maldamas AL IJTIHAD bahwa TRIAD KRR itu yang terdiri dari pernikahan dini yakni pernikahan yang terjadi antara remaja putra dan putri yang belum cukup umur, dan belum matang secara fisik serta belum siap secara mental maupun psikologis namun dikarenakan beberapa faktor seperti perekonomian yang tidak cukup, pergaulan bebas dan kurangnya pemahaman akibat dari pernikahan dini itu sendiri. Narkoba adalah jenis obat-obatan baik alamiah maupun sintetis yang jika dikonsumsi tidak sesuai aturannya maka akan menyebabkan kecanduan, hilang kesadaran, serta masalah-masalah yang berkaitan dengan psikologis penggunanya. Free seks adalah  hubungan biologis yang dilakukan diluar nikah baik dilakukan dengan satu orang saja maupun dengan berganti-ganti yang bisa menimbulkan permasalahan mulai dari kesehatan seperti tertular HIV dan AIDS , lingkungan termasuk dianggap tidak baik dan lain sebagainya. Apalagi di era digital sekarang ini dengan kemudahan untuk mendapatkan informasi maka harus bisa membentengi diri dengan cara meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menjaga diri dari pergaulan bebas, harus lebih memahami dampak yang diakibatkan oleh ketiga hal tersebut dan selalu melakukan kegiatan yang positif diantaranya dengan ikut sebagai anggota PIK R.

Kegiatan ini di meriahkan dengan penampilan shalawatan dan AtraksiPramuka dari PIK R MALDAMAS AL IJTIHAD AL MAHSUNI Danger (juara cerdas cermat),  Musikal MARS KB Aransmem ulang dari PIK R Ponpes YADARO Moyot (juara musical), dan Teatrikal dari Ponpes DARUL NW Pancor (juara teatrikal).

Dengan adanya ajang ini bisa mewujudkan santri Indonesia yang mampu menuju perdamaian karena para santri memahami agama secara utuh  sehingga RADIKALISME  tidak akan terjadi untuk itu jangan lihat PERBEDAAN tapi kuatkan PERSAMAAN karena SANTRI HEBAT NEGARA BERMARTABAT.

 ”Kalau TERENCANA Semua Lebih Mudah”  (SRI WAHYUNI, SE)