Lalu Makripuddin, Sosok Pemikir Pendulang Prestasi

Di Provinsi NTB sosoknya sudah tidak asing lagi. Lalu Makripuddin, seorang pria kelahiran 3 Februari 1967 di desa Lendang Nangka kabupaten Lombok Timur, yang memulai kariernya sebagai abdi negara pada tahun 1992 dengan mengemban tugas pertama sebagai Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) kabupaten Lombok Timur pada tahun 1993.

Bapak yang dikenal oleh karyawannya bersahabat dan sangat terbuka ini adalah juga seorang lulusan terbaik Fakultas Ekonomi Universitas Mataram (Unram) pada tahun 1991, yang kemudian menyelesaikan gelar Magisternya di Universitas Airlangga tahun 1999.  Setelah hampir delapan tahun menggeluti kerja lapangan, pada tahun 2001 dirinya kemudian berpindah tugas ke BKKBN Provinsi NTB sebagai Kepala Seksi Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi.

Hilir mudik di lapangan tidak lantas membuat suami dari Baiq Marjan ini tidak bisa menyesuaikan diri. Bapak Makri, sapaan hangatnya, belajar dengan cepat dan banyak mendulang prestasi karena kegigihannya dalam bekerja. Alhasil, pada tahun 2011 beliau mendapat promosi sebagai Kepala Bidang Pengendalian Penduduk setelah menyelesaikan gelar Doktornya di Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada jurusan Ilmu Studi Kependudukan dengan predikat cumlaude.

Kesuksesan seorang Bapak Makri tidak berhenti sampai disitu. Rekam jejak dedikasinya membawa dirinya merantau ke Jakarta sebagai Kepala Sub Direktorat Pengembangan Materi di Direktorat Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN Pusat pada tahun 2012. Hal ini tentu saja sangat membanggakan mengingat usia jabatan sebelumnya yang belum genap dua tahun. Melanjutkan sukses tersebut, pada 29 Januari  2016 Bapak Makri dilantik dan dikirim kembali ke NTB sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB dengan tugas utama memastikan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) di NTB berjalan dengan baik.

Mengawali tugasnya sebagai Kepala saat itu, sosok yang ramah senyum ini memprioritaskan tugasnya pada permasalahan-permasalahan seperti tingginya angka kawin muda (perkawinan di bawah 19 tahun), rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ditandai dengan keberadaan NTB pada peringkat bawah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan program zero unmet need (tidak ada kebutuhan berKB yang tidak terlayani). Misinya adalah agar program KKBPK di NTB akan sukses membantu mempercepat terwujudnya masyarakat NTB yang berbudaya, berdayasaing dan sejahtera.

Kini, setelah hampir 4 tahun (kurang 15 hari) berkiprah di NTB, pada 14 Januari 2020 Bapak Makri kembali berpindah tugas, dilantik untuk memimpin Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB BKKBN di Jakarta. Selama memimpin di NTB, prestasi secara nasional maupun internasional dalam pelaksanaan program berhasil diraih.

Berdasarkan data capaian tahun 2019, pemakaian alat kontrasepsi modern NTB berada pada angka 56,79%, lebih tinggi 1,82% dari angka nasional sebesar 54,97%. Terjadi peningkatan usia kawin pertama yakni pada usia 20,1 tahun. Penurunan pemakaian alat KB tradisional pada angka 0,95%, lebih rendah 2,79% dari angka nasional sebesar 3,74%. Selain itu terjadi penurunan angka putus pakai alat kontrasepsi, yang membantu menekan angka kehamilan yang tidak diinginkan sebesar 10,4%, lebih rendah 7,1% dari angka nasional sebesar 17,5%. Indeks pengetahuan dan pengalaman keluarga berada pada 57,1%, lebih tinggi 1,3% dari angka nasional sebesar 55,8%.

Selanjutnya, pemanfaatan media massa khusunya media cetak oleh keluarga-keluarga di NTB untuk mendapatkan informasi tentang program KKBPK juga menunjukkan hasil yang sangat baik yakni sebesar 95,1%. Tingkat pengetahuan yang tingggi juga terlihat pada tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi sebesar 94,2%, pengetahuan masyarakat tentang keluarga berencana sebesar 92,6%, dan pengetahuan masyarakat tentang pembangunan keluarga sebesar 75%. Selain itu angka pengetahuan keluarga tentang 8 fungsi keluarga di NTB menunjukkan angka 85,3%, lebih tinggi 42,1% dari angka nasional sebesar 43,2%.

Tidak hanya dalam capaian program, prestasi Bapak Makri juga terukir pada terbitnya buku yang berjudul “Refleksi Program Keluarga Berencana di Provinsi NTB dari Masa ke Masa”, kemudian berbagai kegiatan inisiasi seperti Akademi Kreatif Santri, Apresiasi Pengelolaan Kampung KB Terbaik, Re-branding Perahu Hias, GenRe Pesona Selfi (GPS), GenRe English, GenRe Craft, School Without Wall, GenRe Tanya Tuan Guru, dan penerbitan Jurnal Keluarga “Beruga Kencana”.

Predikat nasional yang berhasil diraih pada masa kepemimpinan Bapak Makri antara lain Juara I Pengelolaan UPPKS, Juara II Duta GenRe Jalur Pendidikan, Juara II Pengelolaan UPPKS, Juara II Pelaksanaan SKAP 2018 dan 2019, Juara II KB Pria, dan Juara II Puskesmaas MKJP. Sementara predikat skala internasional ditandai dengan NTB menjadi tujuan International Training Program (ITP) dari berbagai negara yang pada tahun 2017 mendapat kunjungan dari Filipina.

Sekian banyak prestasi tersebut tentunya menghadirkan penghargaan yang tinggi bagi keluarga besar Perwakilan BKKBN Provnsi NTB. Kerjasama yang terjalin dengan stakeholder provinsi semakin luas pada masa kepemimpinan beliau. Hal ini memudahkan kami merealisasikan program dengan menggandeng mitra-mitra tersebut. Untuk itu ucapan terimakasih dan rasa bangga yang tulus kami haturkan kepada Bapak Makri atas kepemimpinannya selama di NTB. Diiringi doa agar di tempat yang baru beliau dapat merajut kembali kesuksesan yang sama seperti di NTB.

Savana membentang berdamping perigi

Dijajaki petualang menuju selatan

Selamat jalan kami ucapkan kepada Bapak Makri

Sampai jumpa di lain kesuksesan

(YN)

GALERI

Foto bersama pada pelepasan Kepala Perwakilan BKKBN

Provinsi NTB periode 2016-2019, 16 Januari 2020.