PENTINGNYA KEMITRAAN DALAM PENDAMPINGAN KAMPUNG KB

Oleh  Dra Iva Nirmala

PKB Madya Kecamatan Selong

Sejak dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo Pertama kali di Cirebon Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 14 Januari 2016, Kampung Keluarga Berencana terus menjadi  topik yang menarik di dalam masyarakat . Kampung Keluarga Berencana  merupakan salah satu inovasi strategis untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas pembangunan seperti Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Kesehatan, Pendidikan, Sosial Budaya, ekonomi, dan lainnya di desa.

Kampung Keluarga Berencana diharapkan dapat melakukan semua  penggarapan program pembangunan berbagai sektor terkait oleh seluruh masyarakat dengan fasilitasi dari Kepala Desa, Ketua RW, Ketua RT, Penyuluh KB, TP. PKK, Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), tokoh masyarakat, kader, serta lintas sektor terkait. Kegiatan Kampung KB dilakukan agar Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat terutama yang berada di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil, dan wilayah nelayan. Selain itu, juga agar pelaksanaan Program KKBPK lebih fokus kepada masyarakat kurang mampu dan tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan.

Kegiatan integrasi Kampung KB bersama mitra kerja, merupakan kegiatan yang sangat strategis dan penting karena dapat menghasilkan komitmen, perhatian, rencana kerja, dan akhirnya implementasi kegiatan untuk masyarakat yang menjadi sasaran  Kampung KB. Dengan demikian, keberadaan Kampung KB akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

BKKBN sangat menyadari bahwa BKKBN tidak dapat melaksanakan Program KKBPK sendirian, oleh karena itu sangat diharapkan peningkatan hubungan pengintegrasian kemitraan .Keberhasilan Program KKBPK tidak ditentukan oleh BKKBN saja, karena itu BKKBN membutuhkan dukungan komitmen, kepedulian tinggi, partisipasi, dan kerja sama dari para mitra kerja di seluruh tingkatan wilayah, dengan adanya sinergitas program bersama antara BKKBN dengan para mitra kerja diharapkan dapat meningkatkan penggerakkan program KKBPK di lapangan. Kemitraan merupakan potensi besar yang dapat meningkatkan capaian program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)

Berdasarkan hal teresbut diatas BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengadakan kegiatan kemitraan dengan sektor baik Formal maupun informal ,Salah satunyan adalah dengan mengadakan kemitraan bersama muslimat NW Pancor. Muslimat NW sudah lama bekerjasama dengan BKKBN dalam mensukseskan program KB di NTB. Muslimat Nw mendapatkan penghargaan satya Kencana Wira Karya , Penghargaan tertinggi Program KKBPK.Sampai saat ini muslimat NW yang memiliki keanggotaan sampai ke tingkat RT,RW /Dusun diharapkan  masih  dan akan tetap menjalin kerjasama dan  menjalankan kemitraan dengan BKKBN .Pada saat ini kendala yang dihadapi adalah Stunting yaitu masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.Untuk mencegah hal ini diusahakan tidak terjadi pernikahan Dini, jarak kelahiran 3-5 tahun dan asupan gizi yang sesuai.
Muslimat NW  juga sudah melaksanakan  MOU yang telah dijalankan sejak tahun 2008 dengan BKKBN.Muslimah Nw harus berada digarda terdepan setiap program pembangunan pemerintah, dari ranting sampai cabang untuk ikut andil dalam meningkatkan kwalitas masyarakat dan ikut mensukseskan program KKBPK, semoga menjadi amal ibadah , Yakin Ikhlas dan istiqomah.Ditegaskan juga bahwa perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki namun  jangan sampai melampaui kodratnya. Revitalisasi posyandu, Zero waste,Posyandu Keluarga dan Kampung Keluarga Berencana. Sumber Daya Manusia unggul Indonesia Maju.

Kelanjutan dari telah dilakukannya Penggalangan Komitmen Pendampingan Kampung Keluarga Berencana Bersama Muslimat NW Pancor”  Dengan itu Muslimat  NW Pancor, melakukan kerjasama bersama Mitra BUMN yaitu Pertamina dengan Rumah Kreatifnya. Pendampingan Kampung Kb oleh Rumah Kreatif BUMN  Pertamina yang sering disingkat dengan RKB yang berlokasi di kelurahan Pancor telah banyak memberikan kegiatan pelatihan bagi usaha mikro termasuk kampung kb, Pokja ekonomi kampung kb diharapkan dapat mengikuti setiap kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Rumah kreatif BUMN (RKB).

Bertepatan dengan HUT ke-62, Pertamina mengadakan pelatihan Rumah Kreatif BUMN (RKB) Pertamina 10 Desember 2019 secara serentak diseluruh indonesia ,termasuk Rumah Kreatif BUMN (RKB) Pertamina Pancor Lombok Timur.Rumah Kreatif BUMN akan mendampingi dan mendorong para pelaku usaha  ( Kampung KB) dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha dalam hal Peningkatan kompetensi, Peningkatkan Akses Pemasaran dan Kemudahkan akses Permodalan.

Rumah Kreatif BUMN (RKB) Pertamina Pancor telah mengadakan pelatihan dengan materi tentang cara memproduksi pernak-pernik aksesoris seperti kalung, gelang, gantungan kunci, dan lain-lain . Kampung Kb Yang mengikuti pelatihan ini adalah kampung Kb Tumbuh Jaya Desa Tumbuh Mulia kecamatan Suralage .Tidak lupa DPD dan DPC IPeKB juga menghadiri kegiatan ini sebagai bentuk suport terhadap Kampung KB yang ada di Lombok Timur.Diharapkan semua kampung kb yang ada di Kabupaten Lombok Timur ini dapat mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Rumah Kreatif BUMN Pertamina karena sangat memberikan manfaat yang cukup besar bagi kemajuan Kampung KB.

Kemitraan  merupakan potensi besar yang dapat meningkatkan capaian program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).Bersama Mitra Kerja Kita Tingkatkan dan Majukan Kampung KB.