WAGUB NTB BUKA RAKERDA BANGGAKENCANA PROVINSI NTB

Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) tahun 2020 merupakan salah satu langkah dalam rangka mewujudkan sinergitas dan sinkronisasi arah kebijakan Pembangunan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana antara BKKBN Provinsi NTB bersama mitra kerjanya di daerah.

Rakerda Program Banggakencana yang mengambil tema Banggakencana Dalam Era Milenial Untuk Indonesia Maju, Sejahtera dan Berkeadilan, yang dilaksanakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi NTB dibuka dengan resmi oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. Rakerda yang berlangsung di Hotel Golden Palace Mataram tersebut, dilaksanakan selama  dua hari, yaitu  tanggal 10 – 11 Maret 2020.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB menyatakan bahwa Posyandu Keluarga adalah Posyandu yang tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan khusus bagi ibu dan bayinya saja. Tapi ada banyak pelayanan kesehatan di dalam Posyandu itu, seperti pemeriksaan kesehatan bagi remaja dan lanjut usia atau lansia. Kemudian konsultasi gizi serta banyak layanan lainnya. Masyarakat NTB harus mengetahui dan memahami mengapa Pemprov NTB menetapkan program Revitalisasi Posyandu sebagai salah satu progam unggulan daerah.

Dijelaskan Wagub, kegiatan Posyandu merupakan aktivitas layanan kesehatan yang dilaksanakan sebulan sekali di setiap dusun. Kegiatan itu bisa dimanfaatkan untuk memfilter masalah kependudukan, kesehatan, keluarga berencana dan masalah sosial lainnya yang dialami masyarakat. Posyandu Keluarga merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat. ’Kita harapkan melalui revitalisasi Posyandu, di situ ada pemeriksaan kesehatan untuk bayi hingga lansia. Seperti itulah Posyandu Keluarga,’’ tandasnya.

Wagub menambahkan, setelah menjadi Posyandu Keluarga maka yang perlu dilakukan kemudian adalah memasukkan edukasi yang terkait berbagai masalah sosial masyarakat. Caranya, para kader Posyandu diberikan pelatihan supaya mereka bisa membantu pemerintah  memberikan edukasi kepada masyarakat seperti menekan  terjadinya pernikahan dini. Kemudian memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, mencegah terjadinya gizi buruk, stunting. Juga pembalakan liar, kebakaran hutan, persoalan sampah, buruh migran ilegal dan berbagai macam permasalahan sosial masyarakat lainnya.

Wagub berharap, seluruh program unggulan yang telah ditetapkan Pemprov NTB benar-benar mendapat dukungan dari masyarakat dan jajaran pemerintah kabupaten/kota. Sehingga visi NTB Gemilang yang dicita-citakan dapat diwujudkan pada tahun 2023 mendatang.

Pada kesempatan Rakerda Banggakencana  tahun 2020 ini, dilaksanakan pula Penguatan komitmen dan dukungan Pemangku Kebijakan (Stakeholders) dan Mitra Kerja di seluruh tingkatan wilayah dalam pengelolaan Program Banggakencana berupa penanda-tanganan nota kerjasama (MOU) antara Perwakilan BKKBN Provinsi NTB dengan Kepala OPD KB Kabupaten/Kota se NTB, Ketua LKK NU Provinsi NTB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta penanda-tanganan Kontrak Kinerja Penyuluh KB yang diwakili oleh masing-masing Ketua Cabang IPeKB Kabupaten/Kota se NTB.

Dengan adanya Rakerda, hasil diharapkan adalah menguatnya komitmen dan dukungan pemangku kebijakan (stakeholders) dan mitra kerja dalam pencapaian target/sasaran Program Banggakencana tahun 2020, penyempurnaan   rumusan   strategi   program   dan   kegiatan Prioritas Banggakencana dalam mendukung upaya pencapaian Agenda Pembangunan Nasional dalam RPJMN 2020-2024, tersusunnya rencana kerja/rencana aksi dalam pencapaian Quick Win dan kegiatan prioritas Program Banggakencana tahun 2020,  serta meningkatkan semangat dan kualitas kinerja para pengelola dan pelaksana program yang optimal dengan Rebranding Banggakencana.

Salam BKKBN : Terencana itu kereeenn.. (Saiful A).