SELURUH ASN LOMBOK TIMUR DI RAPID TEST

Jumlah orang yang positif terinfeksi virus Corona (COVID-19) di Indonesia kian hari kian bertambah. Sampai hari Senin, 25 Mei 2020 kemarin, jumlah yang terpapar positif covid-19 sudah mencapai 22.750 orang dengan 15.717 orang (69,09%) masih dirawat, 5.642 orang (24,80%) sembuh dan 1.391 orang (6,11%) meninggal. Sedangkan di NTB, jumlah yang terpapar covid-19 telah mencapai 488 orang dengan 222 orang (45,49%) masih dirawat, 258 orang (52,87%) sembuh dan 8 orang (1,64%) meninggal.

Guna mencegah penyebaran virus Corona lebih luas lagi, Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk melakukan rapidtest, khususnya di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki kasus COVID-19 yang tinggi. Sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Corona, pemerintah Kabupaten Lombok Timur sudah mulai melakukan rapid test, dan hari ini seluruh ASN DI Kabupaten Lombok Timur di test rapid. Tes ini ditujukan agar pemerintah dan petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus Corona dan melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus COVID-19 tidak semakin menyebar.

Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun perlu  ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.Jadi, rapidtest di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19.

Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerasechainreaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. Prosedur pemeriksaan rapidtest dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapidtest. Selanjutnya, cairan untuk meni antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Hasil rapidtest positif menekankan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapidtest yang negatif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona. Oleh karena itu jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapidtest perlu diulang sekali lagi 7–10 hari setelahnya.  juga tetap disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari walaupun tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat.

Prosedur dan Interpretasi Hasil Rapid Test

Prosedur pemeriksaan rapidtest dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapidtest. Selanjutnya, cairan untuk meni antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya. Hasil rapidtest positif menkan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapidtest yang negatif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona. Oleh karena itu jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapidtest perlu diulang sekali lagi 7–10 hari setelahnya, dan tetap disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari walaupun tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat.

Nah, bila hasil rapidtest positif, jangan panik dulu. Antibodi yang terdeteksi pada rapidtest bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19 atau SARS-CoV-2. Jadi, perlu dilakukan pengambilan swab untuk tes PCR guna memastikan apakah benar terdapat infeksi SARS-CoV-2. Sebelum melakukan tes PCR atau selama menunggu hasilnya, harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama paling tidak 14 hari. Selama isolasi, hindari berpergian dan kontak dengan orang lain yang tinggal serumah, sambil menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Terapkan physicaldistancing, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan kenakan masker saat harus berinteraksi dengan orang lain. Bila muncul gejala COVID-19, seperti batuk, demam, suara serak, dan sesak napas, segera hubungi fasilitas layanan kesehatan atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Tidak Semua Orang Dapat Melakukan Rapid Test

Karena keterbatasan alat, tidak semua orang dapat menjalani prosedur ini secara serentak. Sejauh ini, pemeriksaan hanya diprioritaskan untuk orang yang lebih berisiko terkena COVID-19. Kriterianya antara lain adalah:

  1. Orang dalam pengawasan, yaitu yang memiliki demam ≥ 380C atau gejala gangguan sistem pernapasan, seperti pilek, batuk, dan sesak napas, serta memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal, baik di Indonesia maupun luar negeri
  2. Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP)
  3. Orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien yang terkonfirmasi atau kemungkinan besar positif COVID-19
  4. Masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi, seperti petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani COVID-19
  5. Masyarakat yang bekerja di puskesmas atau klinik, serta masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya tinggi (TNI, polisi, pejabat publik, ulama, petugas bra, atau pedagang pasar)

Penentuan kriteria bisa dilakukan saat ke puskesmas untuk bertemu dokter, juga bisa didatangi secara langsung oleh pihak puskesmas bila  memang terdata pada jejak kontak ODP, PDP, atau pasien terkonfirmasi. Bila berada di luar kriteria tersebut, dianjurkan untuk tetap melakukan langkah pencegahan penularan virus Corona dengan mencuci tangan secara rutin, menjaga daya tahan tubuh, melakukan social distancing atau yang kini disebut  physical distancing, serta tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak. (Saiful A/dari berbagai sumber).