KESERTAAN BER-KB DI MASA PANDEMI COVID-19 DI PROVINSI NTB

Suka atau tidak, pada kenyataannya, dunia sekarang ini bisa dikatakan sedang di-‘refresh’. Aktor utamanya adalah Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) atau disebut COVID-19. Kita belum tahu kapan wabah pandemi ini akan berlalu. Berbagai prediksi dari para ahli pun belum bisa terbukti ketepatannya. Kita hanya bisa berharap, kiranya dalam waktu dekat, pandemi ini akan segera berakhir, dan aktivitas kita bisa kembali seperti biasanya.

Di tengah situasi ‘abnormal’ ini, Pemerintah terus berjuang memberi himbauan dan instruksi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Anjuran pencegahan dalam protokol kesehatan sudah dikumandangkan ke seluruh elemen masyarakat sampai ke tingkat keluarga. Kita belum mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang begitu masif. Belum surutnya wabah corona ini menimbulkan banyak persoalan di berbagai sendi kehidupan. Kita semua pasti sudah dan akan terus merasa bosan atau jenuh dengan situasi ini, situasi yang ‘tidak biasa’, sebab aktivitas semua sektor terhambat dan segala rencana pun banyak yang tidak terlaksana.

Salah satu sektor yang paling terdampak penyebaran covid-19 adalah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). BKKBN mengkhawatirkan Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan kelahiran penduduk (babyboom) yaitu ledakan angka kelahiran bayi dalam jumlah besar dan peningkatan angka kehamilan selama masa pandemi COVID-19. Hal ini terjadi seiring dengan perkiraan adanya penurunan keikut-sertaan dan penghentikan penggunaan alat kontrasepsi oleh masyarakat di setiap lokasinya. Terlebih beberapa pelayanan KB di fasilitas kesehatan juga berkurang karena adanya virus Corona. Adanya ledakan angka kelahiran bayi yang terjadi bisa menimbulkan beberapa permasalahan terkait kependudukan, kualitas SDM, hingga ekonomi.

Berdasarkan uraian di atas dan untuk melihat dampak wabah pandemi cavid-19 terhadap kesertaan ber-KB di Provinsi NTB, maka telah dilakukan analisis capaian program melalui data statistik pelayanan kontrasepsi (pelkon) dan data pengendalian lapangan (dallap) bulan Januari sampai April 2020. Adapun hasil analisis dan evaluasi data dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Peserta KB Baru

Kehawatiran penurunan jumlah Peserta KB Baru di masa pandemic Covid-19 di Provinsi NTB ternyata terbukti. Dari hasil laporan statistic rutin pelayanan kontrasepsi terlihat bahwa pencapaian Peserta KB Baru mengalami penurunan secara signifikan (grafik 1).

Pada bulan Januari, Pebruari dan maret 2020 di masa pandemic covid-19 belum terjadi, capaian peserta KB Baru mengalami laju peningkatan dan pada Bulan April 2020 di masa pandemic Covid-19 sedang mewabah, capaian peserta KB Baru mengalami trend penurunan, yaitu dari rata-rata 10.333 dan 10.418 aksptor atau 7,57 persen dan 7,63 persen pada bulan Pebruari dan Maret 2020, menurun menjadi 9.049 akseptor atau 6.63 persen di bulan April 2020. Data ini menunjukkan bahwa di masa pandemi Covid-19 sedang mewabah, capaian Peserta KB Baru mengalami penurunan yang signifikan.

  1. Peserta KB Baru MKJP

Capaian Peserta KB Baru MKJP di masa pandemic Covid-19 baik secara absolut maupun prosentase cenderung mengalami penurunan, yaitu 2.639 dan 2.616 akseptor atau 7.05 persen dan 6.99 persen di masa sebelum pandemi turun menjadi 2.570 dan 1.776 akseptor atau 6.86 persen dan 4.74 persen di masa mewabahnya pandemi covid-19 (grafik 2).

Dari  grafik tersebut di atas tergambar bahwa wabah pandemic covid-19 sangat mempengaruhi penurunan capaian Peserta KB Baru MKJP di Nusa Tenggara Barat.

  1. Peserta KB Aktif.

Meskipun capaian Peserta KB Aktif di masa sebelum dan di masa pandemic covid-19 mewabah tampak fluktuatif, namun Kehawatiran penurunan secara signifikan jumlah Peserta KB aktif di masa pandemic Covid-19 di Provinsi NTB ternyata tidak terbukti. Dari hasil laporan statistik rutin pelayanan kontrasepsi terlihat bahwa pencapaian Peserta KB Aktif mengalami peningkatan (grafik 3).

Pada grafik terlihat bahwa capaian Peserta KB Aktif tertinggi dan terendah terjadi sebelum pandemi covid1-19 mewabah, yaitu 73,24 persen di Bulan Januari dan turun menjadi 72,4 persen dibulan Pebruari. Namun di masa pandemi covid-19 mewabah, capaian Peserta KB Aktif justru meningkat, yaitu 72,51 persen di Bulan Maret dan 72,98 persen di Bulan April 2020.

  1. Peserta KB Aktif MKJP

Jumlah peserta KB Aktif MKJP Selama masa covid-19 di Provinsi NTB baik secara jumlah maupun prosentase mengalami penurunan secara signifikan (grafik 4).

Sejak pandemi covid-19 mewabah, peserta KB Aktif MJKP mengalami penurunan yang terus menerus, dari 145.906 akseptor atau 37,17 persen pada bulan Pebruari sebelum masa pandemic covid-19 mewabah, menurun menjadi 145.103 akseptor atau 37,0 persen pada Bulan Maret dan menurun lagi menjadi 140.992 akseptor atau 36,92 persen pada bulan April di masa pandemi.

  1. Jumlah Unmetneed

Unmet need adalah proporsi wanita usia subur dalam status kawin yang tidak menggunakan alat kontrasepsi meskipun mereka menyatakan ingin menunda atau menjarangkan anak (definisi standar); dan/atau mereka yang “unmet need” karena resiko kesehatan, suami ke luar negeri (TKI), alokon yang tidak cocok dan pemakaian kontrasepsi yang buruk tidak menginginkan tambahan anak (membatasi kelahiran).

Kehawatiran akan meningkatnya jumlah unmetneed  di masa pandemic Covid-19 di Provinsi NTB ternyata tidak terbukti. Dari hasil laporan statistik rutin pengendalian lapangan terlihat bahwa jumlah unmetneed  mengalami penurunan (grafik 5).

Pada bulan Januari dan Pebruari 2020, di masa pandemic covid-19 belum terjadi, jumlah unmetneed  lebih tinggi dibandingkan dengan di masa pandemic Covid-19 sedang mewabah, yaitu rata-rata 13,31 dan 13,56 persen pada Bulan Januari dan Pebruari menurun menjadi 13,46 dan 13,26 persen bulan Maret dan April. Data ini menunjukkan bahwa di masa pandemi Covid-19 sedang mewabah, jumlah unmetneed justru mengalami penurunan.

  1. Jumlah PUS Hamil

Pada awal mewabahnya pandemi covid-19, Jumlah PUS hamil memang mengalami peningkatan. Namun di bulan berikutnya, jumlah tersebut menurun (grafik 6).

Pada bulan Januari dan Pebruari 2020, di masa pandemic covid-19 belum terjadi, Jumlah PUS hamil mengalami peningkatan, yaitu 50.063 PUS atau 4.46% menjadi 50.855 PUS atau 4,73% dan meningkat lagi menjadi 51.227 atau 4,75% pada Bulan Maret namun menurun menjadi 49.839 PUS atau 4,69% pada Bulan April 2020. Data ini menunjukkan bahwa di masa pandemi Covid-19 sedang mewabah, jumlah PUS Hamil justru mengalami penurunan.

  1. Peserta KB Istirahat/Drop Out

Tingkat putus peserta KB di NTB di masa pandemi covid-19 mengalami peningkatan. Secara umum, jumlah peserta KB instirahat/drop out sebelum dan di masa pandemi secara terus menerus mengalami peningkatan (grafik 7).

Jumlah peningkatan peserta KB istirahat tertinggi terjadi pada bulan April 2020 sebanyak 58.858 PUS atau 7,05 persen dari 20.026 PUS atau 2,49 persen di Bulan Januari. Data ini menunjukkan bahwa di masa pandemi Covid-19 sedang mewabah, jumlah peserta KB istirahat mengalami peningkatan hamper mencapai 4 – 5 persen. Besarnya jumlah peserta KB istirahat ini akan mempengaruhi menurunkan jumlah peserta KB Aktif yang ada.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis Kesertaan Ber-KB di Masa Pandemi Covid-19 Di Provinsi NTB dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Jumlah peserta KB Baru di masa pandemi covid-19 mengalami penurunan dibandingkan dengan capaian di masa sebelum terjadinya pandemi covid-19.
  2. Capaian Peserta KB Baru MKJP di masa pandemic Covid-19 baik secara absolut maupun prosentase mengalami penurunan yaitu 2.639 dan 2.616 akseptor atau 7.05 persen dan 6.99 persen di masa sebelum pandemi turun menjadi 2.570 dan 1.776 akseptor atau 6.86 persen dan 4.74 persen di masa mewabahnya pandemi covid-19.
  3. Prosentase Peserta KB aktif di masa pandemic Covid-19 di Provinsi NTB mengalami peningkatan, yaitu dari 72,40 persen pada bulan Pebruari menjadi 72,98 persen pada bulan April 2020.
  4. Jumlah peserta KB Aktif MKJP Selama masa covid-19 di Provinsi NTB baik secara jumlah maupun prosentase mengalami penurunan secara signifikan.
  5. Jumlah unmetneed di masa pandemic Covid-19 di Provinsi NTB dari hasil laporan statistik rutin pengendalian lapangan mengalami penurunan.
  6. Pada awal mewabahnya pandemi covid-19, Jumlah PUS hamil memang mengalami peningkatan. Namun di bulan berikutnya, jumlah tersebut mengalami penurunan.
  7. Tingkat putus peserta KB di NTB di masa pandemi covid-19 mengalami peningkatan. Secara umum, jumlah peserta KB instirahat/drop out sebelum dan di masa pandemi secara terus menerus mengalami peningkatan.

Ayoo… ‘Indonesia Bangkit’. Bersama kita pasti bisa melawan covid-19. (dari berbagai sumber).

 

Oleh : Saiful Anugrahadi, Penyuluh KB Madya