ISTIMEWANYA PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2020 “ Apakah Anak-Anak Kita Sudah Terlindungi dan Bahagia?? “

Hari Anak adalah acara yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda–beda di berbagai tempat di seluruh dunia. Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juli dan di Indonesia di peringati setiap tanggal 23 Juli.

Hari Anak Nasional Pertama kali digagas oleh Bapak Presiden Soeharto pada tahun 1984. Bapak Soeharto memandang anak–anak sebagai aset kemajuan bangsa dan negara. Untuk itu beliau menetapkan setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984.

Sejak Akhir tahun 2019 Dunia di landa Pandemi Virus COVID-19, atau kita lazim menyebutkan dengan bahaya Virus Corona.Virus Corona ini adalah Virus yang menyerang Sistem pernapasan sehingga menyebabkan infeksi saluran Pernapasan ringan hingga sedang, dan di kasus tertentu apabila seseorang yang terinfeksi virus corona mempunyai penyakit bawaan yang lain maka pada akhirnya bisa menyebabkan kematian, semua orang bisa saja dengan sangat mudah terinfeksi Virus ini.

Karena inilah Peringatan Hari anak Nasional Tahun 2020 ini Istimewa, Acara Peringatannya dilaksanakan dan didesain dengan model Virtual. Peringatan HAN tahun 2020 ini diikuti seluruh provinsi di Indonesia dengan 750 partisipan melalui Platform zoom. Isu yang dikedepankan pada peringatan HAN tahun ini melindungi anak Indonesia dalam situasi darurat dan keadaan tertentu. Dan tema yang dipilih adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju“.

Ditengah peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2020 ini sebagian besar anak–anak harus melakukan Physical Distancing (pembatasan jarak dengan orang lain) membuat sekolah dan instansi belajar lainnya juga memberhentikan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka dan mengganti dengan belajar di rumah masing–masing. Sebagian besar anak–anak merasa tidak suka dan tidak bahagia dengan keadaan seperti ini, mereka yang biasanya setiap hari bisa bertemu dan bermain bersama teman–teman di sekolah dan di luar rumah tiba–tiba harus tetap berada di rumah saja, walaupun sejatinya pembatasan jarak dengan orang lain ini merupakan salah satu cara untuk melindungi mereka dari terinfeksi Virus COVID-19.

Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan Orang tua untuk membuat  anak merasa bahagia dan anti bosan, namun tetap memberi manfaat untuk tumbuh kembang si anak, seperti :

  1. Selalu Dampingi Anak–Anak Sesi Belajar dari Rumah.

Ada sekolah yang menerapkan Belajar Online atau melakukan Video Conference dengan guru, tapi bagi anak yang tidak mendapatkan hal ini tentu perlu pendampingan belajar dari orang tuanya, Orang tua bisa berlaku sebagai Guru dengan mengajari anak agar ia mengerti materi yang sedang dipelajari, atau ketika orang tua menemukan kesulitan dengan materi Pelajaran maka orang tua bisa langsung berkonsultasi dengan guru bagaiman mengatasinya, Ciptakan Ruang Belajar yang sangat menyenangkan bagi anak–anak. Serta menetapkan Jadwal Belajar bagi mereka. Jika orang tua sibuk bekerja, sebisa mungkin untuk memastikan ada yang mendampingi anak–anak belajar di rumah.

  1. Memasak Bersama dan Mencoba Resep Baru.

Gunakan waktu berisolasi di rumah disaat Virus Corona sebagai cara untuk melakukan bonding dengan si kecil, salah satunya memasak bersama, memperkenalkan kegiatan masak pada anak sendiri memberikan mamfaat positif untuk si kecil, Memasak membantu si kecil mengeksplor jenis makanan dan cita rasa, memperkenalkan kultur keluarga, hingga mengajarinya untuk bertanggung jawab. Memasak juga pada akhirnya bisa membuat Gerak Motorik Kasar dan Gerak Motorik Halusnya lebih terarah.

  1. Bercocok Tanam di Teras dan Balkon Rumah.

Sembari menunggu pandemi Virus Corona berakhir, si kecil bisa diperkenalkan dengan Kegiatan Bercocok Tanam. Selain menyenangkan dan menghilangkan rasa bosan, berkebun dan bercocok tanam juga mengajarkan anak untuk memiliki rasa bertanggung jawab, dan memiliki ilmu pengetahuan baru tentang tanaman.

  1. Membuat Kerajinan Tangan yang Lucu.

Merangsang kreativitas anak dapat membantunya berkembang secara mental, sosial dan emosional. Melalui Seni, kemampuan Problem Solving si kecil juga akan diasah. Kita bisa mendapatkan cara–cara membuat kerajinan tangan itu dari internet dengan mudah.

  1. Orang Tua Sendiri bisa Mengikuti Kegiatan Bina Keluarga Balita.

Untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap orang tua dalam membina tumbuh kembang anak secara menyeluruh dan terpadu pada usia anak antara 0 tahun sampai 5 tahun guna mencapai tumbuh kembang yang optimal orang tua sebaiknya mengikuti Kelompok Kegiatan BKB yang ada di lingkungannya, di Pandemi Virus Corona ini biasanya Penyuluh Keluarga Berencana melakukan penyuluhan dan pelayanan pada Bina Keluarga Balita Binaannya melalui Media Daring, Orang Tua bisa berkonsultasi langsung dengan Penyuluh KB tentang tumbuh kembang anak mereka sesuai dengan golongan umur anak mereka.

BKKBN sendiri telah melaunching aplikasi Menjadi Orang Tua Hebat sebagai panduan menjadi Orang Tua Hebat. Aplikasi ini membantu para penyuluh KB dan Orang Tua seluruh Indonesia  memberikan Informasi dan Bimbingan yang lengkap pada orang tua dalam proses tumbuh kembang anak–anak mereka, tentu ada kurang dan lebihnya melakukan penyuluhan dan pembinaan melalui media Daring dibandingkan dengan pembinaan dan penyuluhan dengan tatap muka langsung, tapi inilah salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan sekarang.

Dengan melakukan beberapa hal diatas orang tua bisa tetap melindungi dan  membuat anak–anak mereka berbahagia ditengah pandemi virus corona ini, sesuai dengan tujuan diadakannya perayaan Hari Anak Nasional yaitu seluruh elemen Masyarakat mau turut peran melindungi, mengayomi dan memberikan lingkungan yang baik bagi anak Indonesia.

 

“SELAMAT HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2020

ANAK TERLINDUNGI, INDONESIA MAJU”

 

Oleh : Rika Oktarini, S. Sos

Penulis adalah Peyuluh KB Ahli Muda Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa