PERAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA DI LOMBA KAMPUNG SEHAT NURUT TATANAN BARU

Dengan perkembangan penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang belum tahu kapan akan berakhirnya, apalagi belum ditemukan vaksin atau obatnya, serta tingkat kedisiplinan masyarakat masih rendah, sehingga perlu ada strategi dan treatment khusus. Kepolisian Negara Republik Indonesia daerah Nusa Tenggara Barat sebagai leading sector Kampung Sehat membuat strategi dan treatment khusus yang dapat mengungah masyarakat untuk ikut bersama-sama mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), salah satunya dengan mengadakan Program Lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru.

Program ini dikemas dalam bentuk lomba dengan harapan semua masyarakat lebih bersemangat bekerja secara bersama–sama untuk memenangkan lomba demi desa mereka tercinta .

Untuk lebih memudahkannya pelaksanaan Lomba Program Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru maka perlu dibentuk satu model kepengurusan yang diketahui oleh Kepala Desa setempat, yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekertaris, Bendahara dan Bidang–Bidang.Penyuluh Keluarga Berencana atau biasa disebut PKB sebagai mitra kerja di desa, ikut serta dalam struktur kepengurusan Posko Kampung Sehat.

Alasan–alasan umum dengan melibatkan Penyuluh Keluarga Berencana ( PKB) dalam Lomba Kampung Sehat ini adalah:

  1. PKB adalah petugas yang paling paham tentang keadaan wilayah dan keadaan masyarakat di desa tersebut, Mitra kerja PKB yang terdiri dari PPKBD, Sub PPKBD dan kader–kader Poktan yang tersebar di setiap dusun lebih memudahkan tugas Pengurus Kampung Sehat yang ada di desa
  2. Biasanya, desa–desa yang terpilih untuk ikut serta dalam Lomba kampung Sehat Menurut Tatanan Baru ini adalah desa–desa yang sebelumya sudah ditetapkan menjadi Kampung KB (Kampung  keluarga Berkualitas  yang sudah dianggap berhasil meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya melalui program Kampung KB. Keberhasilan Kampung KB  dalam  mening katkan taraf hidup masyarakatnya tidak terlepas dari Advokasi, KIE, Pembinaan dan Kemitraan yang dilakukan oleh  PKB dengan lintas sektor secara terus–menerus .
  3. Kampung KB sendiri merupakan miniatur keberhasilan pemerintah dalam membina suatu wilayah yang tertinggal menjadi suatu wilayah yang lebih maju dari daerah sekitarnya, terpilihnya Lokasi desa yang merupakan Kampung KB/Kampung berkualitas diwilayah itu, semata–mata didasari dengan kemudahan dan kesiapan masyarakat menerima pembinaan dari semua sektor yang mendukung keberhasilan Program Kampung KB . Masyarakat yang ada di Kampung KB  sejak awal sudah memiliki Kelompok kerja dengan menggunakan pedoman 8 fungsi Keluarga dan sudah terbiasa menggadakan pertemuan untuk merumuskan program kerja serta mengevaluasi Program Kerja yang terlaksana sehingga tidak sulit lagi melakukan pembagian kerja dalam menghadapi Lomba Kampung Sehat Tatanan Baru ini.

Melalui penjabaran tugas dari Bidang–Bidang yang ada di Kampung Sehat, bisa dijabarkan secara khusus tugas dan fungsi  PKB dalam kepenggurusan posko Kampung sehat  yaitu :

  1. Bidang Kesehatan Kesehatan

Melakukan kampanye promosi kesehatan pencegahan penularan Virus Corona (Cuci tangan dengan sabun, memakai masker,  jaga jarak dengan tidak mengumpulkan warga, tetap di rumah saja dan tunda hamil dulu dengan menggunakan alat Kontrasepsi) serta melakukan KIE tentang Program BANGGA KENCANA (Pembagunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dengan selalu menggunakan APD.

  1. Bidang Sosial Ekonomi
  2. Penghubung Pangan dengan Pihak Luar yang menyediakan pangan, terutama Penghubung pangan dengan Mitra Kerja Penyuluh KB tersebut. Misalnya Bantuan Pangan dari Pihak Desa, Pihak Kecamatan, Pihak Dinas Sosial atau Pihak Dinas Kesehatan setempat.
  3. Penghubung Pemerintah Desa dalam hal Pemberian berupa bantuan bibit tanaman bernilai ekonomi dari Dinas Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, untuk KRPL mewujudkan Ketahanan Pangan masyarakat di wilayah tersebut.
  4. Penghubung Dinas Koperasi dan UPPKS yang ada di desa tersebut, untuk memberikan tambahan bantuan biaya produksi UPPKS demi terwujudnya keluarga yang sejahtera.
  5. Bidang Keamanan
  6. Berperan aktif di setiap kegiatan desa untuk lebih memudahkan Dinamika Kampung Tangguh, serta mampu berhadapan dengan publik hingga pada akhirnya diharapkan bisa menjadi salah satu tokoh yang bisa ikut membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh Desa tersebut.
  7. Meminimalisir terjadinya pelanggaran ringan di masyarakat dengan intensif melakukan pembinaan pada kelompok kegiatan BKR dan PIKR berbasis masyarakat, hal ini didasari dengan fakta bahwa pelanggaran–pelanggaran ringan yg terjadi biasanya dilakukan oleh remaja.
  8. Bidang Informasi dan Kreatifitas

Secara Periodik memberikan Informasi kebijakkan Pemerintah tentang Covid–19, serta selalu mengkampanyekan Protokol Kesehatan kepada warga dengan tidak lupa menyisipkan pesan–Pesan tentang pentingnya tetap mengikuti pembinaan dan penyuluhan yang ada di Kelompok kegiatan    BKB,BKR, BKL, PIKR berbasis Masyarakat ,atau UPPKS melalui media daring ataupun tatap muka langsung dengan tetap menggunakan APD

Dari uraian–uraian tugas yang ada di dalam Struktur Kepenggurusan Posko Kampung Sehat maka bisa disimpulkan , bahwa PKB  menempati posisi penting disetiap bidang.

Pihak desa wajib melibatkan PKB dalam setiap kegiatan Posko Kampung Sehat, demi mewujudkan masyarakat desa kembali merasa tenang dan damai  menjalani Kehidupan dalam Tatanan Hidup Baru dengan hasil akhir mengharapkan masyarakat desa merdeka dari bahaya Virus Corona dan Ketahanan dan Kesejahteraan keluarga  kembali terwujud

 

Penulis : 

Rika Oktarini, S. Sos Penyuluh KB Ahli Muda Desa Karang Dima Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa