PERAN BINA KELUARGA LANSIA ( BKL ) MEWUJUDKAN LANSIA TANGGUH DI TENGAH PANDEMI COVID -19

Proses kehidupan seorang manusia dimulai dari sejak janin – bayi – anak – remaja dewasa dan manula kemudian mati. Proses ini akan dilalui oleh semua makhluk yang diciptakan dengan maha sempurna , karena diberikan akal, otak, dan badan yang kokoh dan sehat . Istilah Lansia ( Lanjut Usia ) sendiri umumnya digunakan untuk pria dan wanita yang telah berlanjut usia,terdapat batasan – batasan umur yang mencakup batasan umur orang yang masuk dalam kategori lansia, diantaranya adalah 60 tahun ( UU No.13 Tahun 1998 ) dan 60-74 tahun ( WHO ) . Dalam usia yang sudah tua ini terkadang lansia gagal mempertahankan keseimbangan terhadap kesehatan dan cenderung menghadapi kondisi stress fisiologis. Lansia juga seringkali mengalami penurunan daya Kemampuan untuk hidup serta peningkataan kepekaan secara individual .

Lansia tangguh adalah upaya meskipun telah berusia diatas 60 sampai 70 tahun lansia tetap produktif ,tidak mudah memang menjadi seorang lansia tangguh,apalagi dengan keterbatasan aktivitas, cara berpikir , tingkat emosional dan intelegensia dan masalah pelik lainnya. Di tengah pandemi Covid – 19 yang sedang melanda saat ini, lansia merupakan kelompok rentan yang bisa dengan mudah terpapar dan terinfeksi, sehingga mewujudkan kondisi lansia tangguh di suatu wilayah dianggap perlu   dilakukan,

BKKBN mempunyai satu program untuk mewujudkan lansia tangguh tersebut yaitu Bina Keluarga Lansia ( BKL ) , kelompok kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia. Bentuk – bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain penyuluhan, kunjungan rumah , rujukan , pencatatan dan pelaporan segala kegiatan yang telah dilaksanakan. Di dalam kegiatan BKL sendri terdapat 7 Dimensi bagi terwujudnya Lansia tangguh , yaitu dimensi spiritual, fisik , emosional, Intelektual, sosial kemasyarakatan, profesional dan vokasional serta lingkungan.

Dari 7 dimensi ini penulis beranggapan bahwa  dimensi spiritual, kesehatan fisik , dan  sosial  yang harus terus dibina untuk menghadapi bahaya penyebaran virus Covid -19 . kenapa bisa seperti itu ??? beginilah penjabaran nya :

  1. Dimensi spritual

Di kegiatan BKL para Lansia dibina dan diarahkan untuk lebih mendekatkan diri pada kegiatan yang bersifat keagaamaan , majlis – majlis taklim serta pengajian – pengajian yang terjadwal dan rutin dilaksanakan, konsultasi mengenai masalah keagamaan bisa lansung dilakukan melalui KUA atau tokoh – tokoh agama yang ada diwilayah tersebut, hal ini bisa saja terjadi karean  BKL mempunyai MOU atau perjanjian kerja sama dengan KUA setempat untuk membimbing dan membina lansia di wilayah tersebut.Dengan adanya kegiatan ini diharapkan hati menjadi lebih tenang , tawakkal dan lebih bijaksana.

  1. Dimensi fisik

BKL di suatu wilayah juga memiliki kerjasama dengan Puskesmas atau puskesmas pembantu yang ada di daerah tersebut untuk mengajak para lansia tetap beraktivitas secara fisik dan memantau kesehatan fisik dan psikis para lansia yang menjadi anggotanya, tenaga – tenaga kesehatan serta penyuluh Keluarga berencana berkolaborasi memantau kesehatan lansia dengan melakukan senam bersama, melakukan  pemeriksaan kesehatan rutin,penyuluhan, melakukan kunjungan rumah serta melakukan pendampingan khusus pada keluarga yang memiliki lansia untuk memastikan lansia – lansia yang ada diwilayah tersebut tetap sehat.

  1. Dimesi sosial

Lansia cenderung menyendiri dan seringkali tidak percaya diri lagi  karena mereka sadar akan turun nya kemampuan diri mereka dalam hidup bermasyarakat,  di BKL biasa para lansia bisa bergaul dan memiliki banyak teman seusianya , kegiatan – kegiatan pertemuan biasanya dibarengi dengan arisan , belajar ketrampilan yang baru, menyalurkan hobi serta sesi curhat sesama lansia, hati para lansia pun akan tetap bahagia ,bukankah  ada ungkapan yang mengatakan hati bahagia maka imun tubuh pun terjaga.

Sebagai penyuluh keluarga berencana yang memiliki orang tua yang sudah lanjut usia, saya merasa sangat bersyukur dengan ada nya kelompok kegiatan Bina Keluarga lansia ini, fisik orang tua saya serta anggota yang lain  tetap terkontrol serta batin mereka bahagia melalui pengajian serta pertemuan  yang rutin diikuti  di Bina Keluarga Lansia yang mereka ikuti .

 

Oleh : Rika Oktarini S.Sos, Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Muda Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa