HARI VASEKTOMI SEDUNIA, SAATNYA PRIA BERENCANA UNTUK KELUARGA BERKUALITAS

Sebenarnya Hari Vasektomi Sedunia atau World Vasectomy Day (WVD) belumlah terlalu popular di masyarakat. Bahkan banyak orang yang belum tahu dan akrab tentang hari vasektomi sedunia ini, dan bisa jadi, banyak juga para pengelola program Keluarga Berencana yang belum mengetahui sejarah lahirnya hari vasektomi sedunia.

Memang, Hari Vasektomi Sedunia, yang selalu diperingati setiap tanggal 20 November ini, belum pernah di rayakan secara besar-besaran, tetapi dalam masyarakat, hari vasektomi sedunia menjadi penting untuk dijadikan momentum promosi keterlibatan laki-laki dalam kesehatan seksual dan reproduksi, mendukung penyediaan provider vasektomi, menjalin kerjasama dengan lembaga kesehatan masyarakat, dan menggabungkan cerita tradisional dengan media interaktif untuk mendidik masyarakat dan meningkatkan permintaan akan vasektomi yang masih belum maksimal. Peran ini tentu tak semua orang sepakat dan mungkin menuai perbedaan pendapat.

Hari Vasektomi Sedunia ( World Vasectomy Day /WVD) adalah acara tahunan untuk meningkatkan kesadaran global akan vasektomi sebagai solusi yang berorientasi pada pria untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Tujuannya agar dokter di seluruh dunia dapat melakukan vasektomi. WVD pertama kali di populerkan pada tahun 2012 oleh pembuat film Amerika Jonathan Stack saat dia mengerjakan film dokumenter tentang keputusan menjalani vasektomi.  Tujuan utamanya adalah untuk melibatkan pria dalam pengambilan keputusan dalam keluarga berencana dan mendidik mereka tentang vasektomi sebagai cara sederhana untuk bertanggung jawab atas pengendalian kelahiran. Pada tahun 2013, Dr Douglas Stein, untuk pertama kalinya melakukan vasektomi di depan penonton di Royal Institution of Australia (RiAus) dan sekaligus meluncurkan hari vasektomi dunia perdana dengan vasektomi live-stream pertama di dunia. Dr Stein menjawab pertanyaan dari audiens langsung di Australia dan audiens online internasional. Edisi ketiga acara hari vasektomi dunia diselenggarakan oleh Indonesia pada tahun 2015, yang diselenggarakan di Provinsi Bali. Hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia mendukung dan berkontribusi aktif dalam peningkatan peran pria dalam ber-KB.. Edisi keempat berpusat di Kenya dan menampilkan vasektomi yang disiarkan langsung melalui Facebook. Selanjutnya, Pada tahun 2020 ini, peringatan Hari Vasektomi Sedunia dilakukan dengan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 14-20 November 2020 dengan 1.000 provider yang berpartisipasi di lebih dari 30 negara untuk melakukan lebih dari 20.000 vasektomi dalam seminggu.

Di Indonesia, peringatan Hari Vasektomi Sedunia yang dimotori oleh BKKBN tahun 2020 ini, melakukan serangkaian kegiatan untuk peningkatan kesertaan KB MOW dan MOP serta melakukan promosi melalui lomba foto pelayanan KB MKJP dan video-blogging (vlog) yang berdurasi 1 (satu) menit. Adapun peringatan Hari Vasektomi Sedunia mengusung tema “Satukan Tekad, Indonesia Sehat dengan Hidup yang Terencana” dengan sub tema “Saatnya Pria Berencana Untuk Keluarga Berkualitas” dengan harapan seluruh komponen masyarakat khususnya pria dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

Pelayanan KB dalam rangka Hari Vasektomi Sedunia difokuskan pada pelayanan kontrasepsi mantap yaitu pelayanan KB MOW / Tubektomi dan pelayanan KB MOP / Vasektomi dengan target total sebesar 10.500 akseptor. Adapun rincian target untuk MOP adalah sebanyak 552 akseptor dan target MOW adalah sebanyak 9.948 akseptor. Rangkaian bulan pelayanan kontrasepsi mantap ini diselenggarakan sejak tanggal 26 Oktober sampai dengan 30 November 2020.

MEMAHAMI VASEKTOMI

Sampai sekarang metode kontrasepsi pria masih sangat sedikit. Selain kondom dan vasektomi, juga ada suntik hormon serta pil. Kabarnya untuk dua metode terakhir masih dalam penilitian lebih lanjut serta pengembangan. Selain itu suntik hormon dan pil biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Berbeda dengan metode kontrasepsi perempuan cenderung lebih akrab di telinga, karena lebih banyak dan populer.

Vasektomi itu, menurut pemahaman banyak pria adalah “memasang” benda atau bahkan “mencabut” benda dari badan. Dalam garis kerasnya, ada yang berpendapat kalau penisnya dipotong. Semuanya tak tepat, karena sejatinya vasektomi itu “memutus” sesuatu di badan. Dalam bahasa medisnya, Vasektomi adalah salah satu metode pengendali kelahiran atau kontrasepsi khusus pria dimana saluran sperma (vas deferens) yang berfungsi membawa sperma dari skrotum ke testis dipotong sehingga tidak ada sperma yang keluar bersama air mani ketika ejakulasi, atau dengan kata istilah lain, vasektomi adalah tindakan memotong saluran sperma (vas deferens) yang tugasnya ialah mengantarkan sperma ke penis. Untuk melakukan hal tersebut diperlukan sebuah operasi kecil. Jadi, metode tersebut termasuk jenis cara KB yang cenderung permanen. Jadi secara singkat, vasektomi adalah metode KB steril untuk pria. Metode ini memiliki sebutan lain yaitu MOP (Metode Operasi Pria).

Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa setelah divasektomi, sperma tidak bisa lagi bergerak keluar dari testis sehingga tidak memungkinkan terjadi pembuahan. Seorang pria yang memutuskan melakukan vasektomi harus meyakinkan dirinya terlebih dahulu sebab seumur hidup dia tidak lagi bisa menghamili wanita. Vasektomi bisa dianggap sebagai metode kontrasepsi permanen, karena sekali melakukannya, seorang pria tidak bisa lagi memiliki anak selamanya. Tingkat keberhasilan vasektomi sangat tinggi, yakni 99,8%. Metode ini disebut juga sterilisasi dan dianjurkan hanya kepada suami yang tidak ingin istrinya hamil.

Ilustrasi Vasektomi, Sumber: doctordentist

 

Vasektomi tidak berdampak pada kemampuan seksual pria tetapi berdampak pada kemampuannya memiliki keturunan. Selama kondisi fisik sehat, maka kinerja seksualnya akan baik-baik saja. Bedanya, setelah divasektomi pria tidak lagi memiliki sperma yang keluar dari penis untuk membuahi sel telur. Jadi sangat aman dari kehamilan yang tidak dinginkan.

Dikutip dari situs monika.bkkbn.go.id disebutkan semua dokter sepakat bahwa metode kontrasepsi vasektomi adalah metode pengendali kelahiran yang sangat aman dan efektif. Tingkat keberhasilan vasektomi sangat tinggi, yakni 99,8% dengan resiko kehamilan 0,15% yang artinya kurang dari 1 orang dari 100 perempuan terjadi kehamilan yang pasangannya melakukan vasektomi. Metode ini disebut juga sterilisasi dan dianjurkan hanya kepada suami yang tidak ingin istrinya hamil. Disebutkan pula bahwa beberapa kelebihan lainnya dari vasektomi adalah :

  1. Vasektomi 100% efektif mencegah kehamilan
  2. Vasektomi adalah salah satu jenis operasi ringan dengan tingkat risiko terjadi komplikasi sangat rendah.
  3. Biayanya lebih murah dibandingkan tubektomi
  4. Nantinya tidak lagi membutuhkan kondom saat berhubungan atau istri tidak perlu ikut kontrasepsi.

KESALAH-PAHAMAN TENTANG VASEKTOMI

Dikutip dari yahyakurniawan.net, dimana sang penulis merupakan orang yang sudah menjalani vasektomi, menyebutkan bahwa kesalah-pahaman atau mitos-mitos yang kerap ada di masyarakat tentang vasektomi yang diulas adalah sebagai berikut :

  1. Vasektomi dilakukan dengan memotong penis.

Wah, ini jelas mitos yang amat sangat menyesatkan. Operasi vasektomi dilakukan hanya dengan sedikit melukai pangkal penis. Bekas lukanya saja hanya sekitar 5 mm.

  1. Setelah vasektomi, penis tidak dapat berdiri.

Vasektomi bukan kebiri. Jadi para pria sama sekali tidak perlu kuatir karena tidak ada bagian dari kejantanannya yang diambil. Penis Anda tetap berfungsi normal seperti sebelumnya. Bahkan Anda sebenarnya tetap memproduksi sel sperma, hanya saja sel tersebut tidak berhasil menuju ke tempat yang benar karena salurannya sudah dipotong.

  1. Tidak ada cairan yang keluar saat ejakulasi.

Tentu saja tetap ada cairan yang keluar saat ejakulasi, tetapi itu adalah cairan semen. Sebelum vasektomi, cairan semen itu mengandung sel sperma. Setelah operasi, sel sperma itulah yang hilang dari cairan semen. Sebenarnya tempat produksi air mani dan sperma itu berbeda. Air mani diproduksi pada vesikula seminalis, sementara sperma diproduksi pada testis (buah zakar). Karena metode ini hanya memotong saluran sperma saja, maka tetap saja bisa ejakulasi. Saat ejakulasi yang keluar hanya air mani kosong, yang dalam bahasa medis adalah azoospermia.

 

  1. Gairah seks menurun pasca operasi.

Gairah seks tidak menurun pasca operasi. Justru gairah seks bisa jadi malah naik karena sudah tidak punya kekuatiran “menghamili” istri dan frekuensi dan durasi ML justru meningkat.

Vasektomi memiliki dua metode, memutus atau mengikat. Untuk efektifitas, umumnya memutus saluran lebih baik dari mengikat. Namun ada asumsi-asumsi mengikat saluran lebih mendekati “boleh” dalam fatwa MUI. Walau MUI sendiri sebenarnya masih memiliki fatwa vasektomi haram (fatwa 1979) kecuali untuk beberapa hal seperti, adanya jaminan dapat dilakukan rekanalisasi dan tidak menimbulkan kemandulan permanen. Pembahasan jaminan tersebut merupakan tinjauan ulang pada 2009 lalu.

Memang, saat ini, menurut data BKKBN, hanya 3 persen pria ber-KB. Sebesar 0,3 persen adalah vasektomi dan selebihnya KB kondom. Namun dengan momentum Hari Kontrasepsi Sedunia 2020, diharapkan seluruh komponen masyarakat khususnya pria dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas. SELAMAT HARI KONTRASEPSI SEDUNIA TAHUN 2020, SAATNYA PRIA BERENCANA UNTUK KELUARGA BERKUALITAS. (Dari berbagai sumber).