ARANSEMEN ULANG

Stunting, kekurangan gizi akut-kronis, terutama pada momen 1000 hari pertama kehidupan Balita, mengakibatkan  secara fisik postur menjadi cebol, kecil pendek, dan  yang sangat berbahaya adalah kerusakan pada proses pematangan neuron otak, demikian pula struktur kognitif otak akan mengalami kerusakan yang parah.

Karena itu, jika generasi baru yang lahir dari keluarga muda millenial tidak tertangani secara baik dan berkualitas  secara holistik, terkontrol-menyeluruh dan merata di semua wilayah Indonesia, maka jumlah balita dan generasi stunting akan semakin bertambah. Yang sekarang sebesar 27,67persen melebihi  ambang batas ( batas toleransi)yang digunakan WHO  di bawah 20 persen.

Satu tugas yang sangat berat dengan target menurunkan sampai 14 persen pada tahun 2024. Dengan target yang meNanTanG ini  Jokowi menunjuk BKKBN sebagai Top Manager yang bertanggungjawab  untuk membangun pilar-pilar dasar generasi dan segera keluar dari keterpurukan.

Buat kita di BKKBN, amanat dan tanggungjawab yang diberikan Presiden bukan lah  hal yang baru. Ini sebenarnya seperti Lagu lama yang Diaransemen ulang. Para Penyuluh KB yang sudah mengabdi  sebagai pasukan Lapangan di era 1980-an 1990-an  sudah mengenal dengan baik salah satu sayap program BKKBN yang namanya UPGK:Usaha Perbaikan Peningkatan Gizi Keluarga.

Saat tahun 80-an  para jurnalis sering menampilkan foto Headline ibu-ibu yang datang ke Posyandu sambil menggendong  anak Balita yang rata2 kurang gizi/gizi buruk. Dengan motto yang fanatik 2 anak cukup  pejabat eselon satu BKKBN berunding  dengan pihak Depkes ( waktu itu BKKBN masih di komandoi Menkes, pak Haryono masih Deputi ), akhir BKKBN mendapat tugas sebagai pelaksana operasional UPGK(Demi menjaga image Dua anak cukup)

Dan memang Pak Haryono dengan BKKBN nya memperlihatkan Tajirnya, berhasil dan sukses -tidak ada lagi headline dan foto2 dan tulisan2 di Media – harian Nasional dan internasional tentang Gizi Buruk.

Jadi PR ini sebenarnya tugas lama yang sempat hilang- Raib gara- gara kita banyak dan menghabiskan waktu berbicara demokratisasi, otonomi dan kebebasan.

Dengan tugas dan amanat yang mulia ini mari kita bersatu, perkuat-merapatkan barisan. Berkomunikasi-berkoordinasi dan melakukan advokasi yang piawai dan mencerdaskan pada semua level institusi

Secara vertikal-horizontal. Dan terlebih pada segmen kita pilar – pilar dasar KELUARGA. Dengan intervensi program yang kreatif dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

 

Oleh : Anas PKB Madya Sape-Bima.