Audiensi BKKBN NTB dan Forum GenRe NTB bersama Dinas DIKBUD NTB

Rabu 3 maret 2021, Perwakilan Bkkbn Provinsi Nusa Tenggara Barat, Forum GenRe Indonesia Nusa Tenggara Barat bersama Saka Kencana Provinsi Nusa Tenggara Barat, melaksanakan kegiatan Audiensi dan Kunjungan Kerja lintas sektoral Ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi program antara Dinas Pendidikan dan kebudayaan dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya Program Generasi Berencana. Koordinator Bidang KSPK Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat menjelaskan “tantangan program saat ini semakin beragam terlebih permasalahan remaja yang semakin signifikan seperti pernikahan usia anak yang marak terjadi belakangan ini yang tentunya mengakibatkan putus sekolah bagi remaja”.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB angka drop out yang diakibatkan karena pernikahan selama periode satu tahun terakhir tercatat 61 kasus di Kabupaten Lombok Tengah, 56 kasus di Kabupaten Lombok Timur dan 27 Kasus di Kabupaten Lombok Barat untuk sekolah SMA/SMK Swasta, tentunya hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi kita bersama, terlebih bonus demografi yang akan melanda Indonesia yang bahkan dampaknya sudah mulai terasa saat ini. Hal inilah yang menjadi dasar kerja sama antara Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Forum GenRe Indonesia Provinsi NTB, Saka Kencana Provinsi NTB dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi NTB yang akan melaksanakan pembentukan Pusat Informasi Dan Konseling Remaja (PIK-R) di SMA dan SMK baik Negeri ataupun Swasta sebagai ekstrakulikuler di sepuluh Kabupaten/Kota Se Nusa Tenggara Barat.

Pusat Informasi Dan Konseling Remaja atau yang biasa disingkat dengan PIK-R adalah wadah kegiatan Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi oleh pendidik sebaya mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja, 8 Fungsi Keluarga, Life skill dan lain-lain serta pelayanan konseling  dengan konselor sebaya karena remaja biasanya akan lebih terbuka, merasan aman dan nyaman ketika mereka bercerita dengan teman sebaya. Sehingga diharapkan remaja dapat menerapkan 5 transisi kehidupan remaja yaitu, merencanakan pendidikan setinggi-tingginya, bekerja sesuai minat dan bakatnya, menikah terencana di usia ideal 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi laki-laki, menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat dan menerapkan pola hidup yang sehat.

Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd.,M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB merespons baik rencana pembentukan  PIK-R disetiap SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi NTB, beliau menegaskan remaja sangat perlu untuk diberikan edukasi dalam berbagai bidang keterampilan, termasuk dalam kegiatan PIK-R dan akan diusahakan untuk kedepannya One School one PIK-R, yang artinya setiap sekolah diusahakan terbentuk PIK-Remaja sebagai Ekstrakurikuler yang nantinya dapat membantu remaja merencanakan kehidupannya serta mencegah terjadinya Pernikahan Usia Anak, Seks Pranikah dan Narkoba demi mewujudkan Generasi Emas Nusa Tenggara Barat.