EVALUASI PENYELENGGARAAN DIKLAT BKKBN PROV. NTB DI LOTIM

Kegiatan evaluasi program pelatihan dan pengembangan (latbang) tidak hanya dilakukan pada akhir kegiatan, tetapi juga dapat dilakukan sejak awal, yaitu mulai dari penyusunan rancangan program pelatihan, pelaksanaan program pelatihan dan hasil dari pelatihan. Penilaian hasil pelatihan tidak cukup hanya pada hasil jangka pendek (output) tetapi dapat menjangkau hasil dalam jangka panjang (outcome and impact program).

Bertempat di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Selong, Bidang Pelatihan dan Pengembangan (Latbang) Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, hari Senin, 13 Mei 2019 melaksanakan kegiatan Evaluasi Pasca Penyelenggaraan Diklat Tahun 2019. Evaluasi pasca diklat ini dilaksanakan dengan menghadirkan beberapa peserta yang pernah mengikuti beberapa jenis pelatihan sebagai responden.

Kepala Dinas P3AKB Kabupaaten Lombok Timur, yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dan Penggerakan Drs. Suhendra Anggaranto, dalam pembukaannya menyatakan bahwa kegiatan evaluasi penyelenggaraan diklat pasca pelatihan selain merupakan kegiatan reuni dan silaturahmi antara para peserta dengan penyelenggara diklat, juga merupakan kegiatan yang rutin dilakukan. Kegiatan evaluasi pasca pelatihan dimaksudkan untuk melihat dan menilai hasil dari pelatihan. Penilaian hasil pelatihan tidak cukup hanya pada hasil jangka pendek (output) tetapi dapat menjangkau hasil dalam jangka panjang (outcome and impact program). Pelatihan seharusnya, tidak hanya memberi peningkatan pada kemampuan dan kompetensi peserta yang dilatih tetapi juga harus memberi peningkatan pada capaian program KKBPK dimana peserta tersebut ditempatkan.

Lebih lanjut Suhendra Anggaranto berharap bahwa Bidang Diklat juga dapat memberi umpan balik (feedback) kepada OPD KB dalam bentuk laporan peserta-peserta yang pernah dilatih dan jenis-jenis pelatihan yang pernah mereka ikuti. Demikian pula peserta yang dilatih harus pula memberi laporan kepada OPD KB Kabupaten serta menyampaikan materi-materi hasil pelatihannya kepada peserta lainnya yang tidak dilatih atau kepada mitra kerjanya.

Sementara itu, Bidang Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Sub Bidang Penyelenggaraaan dan Evaluasi Latbang, Hj. Indan Prihartini ASM menyatakan bahwa tujuan dari dilakukannya evaluasi penyelenggaraan pasca diklat ini adalah adalah untuk mengevaluasi beberapa program pelatihan yang telah dilaksanakan oleh Latbang, yaitu (1) Pelatihan Tehnis Program KKBPK Bagi PLKB Non PNS dengan responden PLKB Non PNS sebanyak 5 orang, (2) Pelatihan Peningkatan Kompetensi Manajerial dan Sosiokulturan dengan responden 2 orang dari Penyuluh KB dan (3) Pelatihan Pengelolaan SIGA dengan responden 3 orang dari PKB dan Pengelola data OPD KB Kabupaten. Materi yang dievaluasi meliputi kualitas program pelatihan, apakah peserta diklat telah berhasil dalam kegiatan diklat, apakah peserta merasa puas dengan program diklat yang baru saja selesai, apakah program diklat telah sesui dengan kebutuhan peserta diklat, atau apakah ada hal-hal yang masih perlu atau harus ditingkatkan berkaitan dengan kualitas pelaksanaan program diklat, serta dampak akhir pelatihan terhadap peningkatan kompetensi peserta dan capaian program KKBPK di lini lapangan.

Evaluasi penyelenggaraan diklat pasca pelatihan dilaksanakan dengan 2 metode, yaitu metode menjawab quisioner secara online menggunakan android serta metode Focus Group Diskusi (FGD) yang dipandu oleh Baiq Nining Handayani, Widiaiswara salah seorang Perwakilan BKKBN Provinsi NTB. Dari Hasil FGD yang dilaksanakan dengan peserta, evaluasi penyelenggaraan diklat pasca pelatihan dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Kegiatan penyelenggaraan pelatihan sudah baik, namun ada beberapa hal yang harus diperbaiki yaitu konsumsi dan penginapan (asrama) bagi peserta.

  2. Peserta yang telah mengikuti pelatihan harus melaporkan hasil pelatihannya kepada OPD KB Kabupaten dan menyampaikan materi-materi hasil pelatihannya kepada peserta lain yang tidak dilatih atau kepada mitra kerja yang berkompeten.

  3. Ada output, outcome dan impack/dampak yang dihasilkan oleh peserta yang telah dilatih, baik berupa peningkatan kemampuan dan kompetensi maupun peningkatan capaian Program KKBPK di wilayah kerja dimana peserta berasal.

Pelatihan yang terencana, terjadwal, dan terselenggara dengan baik, akan memberi dampak nyata, baik bagi peserta pelatihan sendiri maupun terhadap capaian program KKBPK. (Saiful A).