Depan > Index Berita > KEJAKSAAN NEGERI LOTIM ADAKAN PELAYANAN TEST IVA DAN KONTRASEPSI
KEJAKSAAN NEGERI LOTIM ADAKAN PELAYANAN TEST IVA DAN KONTRASEPSI
Jumat, 21 Juli 2017
 

​Dalam rangka peringatan ulang tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) yang ke 17, Kejaksaan Lombok Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur, menggelar acara yang bertajuk “Tingkatkan Peran dan Dharma Bhakti Untuk Ibu Pertiwi”. Acara yang berlangsung pada hari Kamis, tanggal 20 Juli 2017 di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Lombok Timur itu, selain dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), Kepala Dinas P3AKB dan Kepala Bidang dari Dinas Kesehatan Lombok Timur, juga dihadiri oleh jaksa beserta anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini se Kabupaten Lombok Timur.


Kegiatan Tingkatkan Peran dan Dharma Bhakti Untuk Ibu Pertiwi yang dilakukan oleh IAD Kejaksaan Negeri Lombok Timur ini, selain diisi dengan sosialisasi bahaya kanker serviks dan test IVA, juga dilakukan pelayanan KB MKJP untuk anggota dan masyarakat sekitarnya. Kepala Bidang KB/KS Dinas P3AKB Kabupaten Lombok Timur, Hj. Esti Palupi, S.Sos.MM dalam pembukaannya menyatakan bahwa pelayanan KB, khususnya KB MKJP merupakan salah satu program dari Dinas P3AKB. Pelayanan KB dapat dibarengi dengan pelayanan Test IVA sehingga satu kali membuka “jendela” dua manfaat sekaligus di dapat, yaitu test IVA dapat, dan pelayanan KB pun dilaksanakan.
“Pelayanan KB dilaksanakan secara sukarela bagi yang berkenan dan bagi yang masih pasangan usia subur, dan juga pemeriksaan kesehatan bagi perempuan. Dinas P3AKB saat ini telah menyiapkan alat kontrasepsi khususnya IUD dan Implant,” ungkap Hj. Esti lebih lanjut.
Sementara itu, dr. Vavan Novianto dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dalam materinya tentang Test IVA dan Bahaya Kanker Serviks, menjelaskan bahwa saat ini kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua di Indonesia. Beberapa hari yang lalu, artis kita Julia Perez meninggal akibat penyakit kanker serviks.
 
Lebih lanjut, dr. Vavan menjelaskan bahwa adabeberapa faktor risiko yang menyebabkan perempuan terkena kanker serviks. Tapi penelitian menemukan bahkan 99,7 persen kanker serviks disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV). Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual, di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita akan terinfeksi HPV. Sedangkan faktor yang bisa meningkatkan risiko menderita kanker serviks antara lain: aktivitas seksual terlalu dini atau menikah terlalu dini, berganti-ganti pasangan seksual, merokok, sistem kekebalan tubuh yang lemah, melahirkan anak terlalu banyak serta minum pil kontrasepsi atau KB lebih dari lima tahun. Mengonsumsi pil KB cukup lama akan meningkatkan risiko dua kali lipat mengalami kanker serviks.
 
Seusai sosialisasi, acara dilanjutkan dengan pelayanan KB MKJP dan pemeriksaan IVA. Seluruh peserta yang dilayani pada pelayanan KB MKJP dan pemeriksaaan IVA ini adalah ibu-ibu anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kabupaten Lombok Timur. Pelayanan dilakukan di mobil unit pelayanan (MUYAN) Dinas P3AKB Kabupaten Lombok Timur.