Generasi Berencana (GenRe) sebagai Media Sumbangsih Generasi Milenial

Belum lama ini Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri mempertanyakan sumbangsih generasi milenial untuk negara, menanggapi maraknya aksi demonstrasi dari mahasiswa dalam menolak UU Cipta Kerja yang berlangsung beberapa waktu terakhir. Ibu Megawati Soekarnoputri mempertanyakan apakah generasi milenial ini hanya bisa demonstrasi tanpa ada sumbangsih lain yang bisa diberikan kepada negara. Tanpa berkecil hati, generasi milenial dapat menjadikan ini sebagai masukan berharga agar generasi milenial bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk negara.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) memiliki sebuah program unggulan yang salah satunya menyasar kepada generasi milenial, yatu Program Generasi Berencana atau yang biasa disebut Program GenRe. Program GenRe merupakan suatu program yang dikembangkan dan dilaksanakan untuk mempersiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja agar tercapai tegar remaja sehingga ke depan dapat mewujudkan tegar keluarga demi terwujudnya keluarga  kecil,  bahagia  dan  sejahtera. Sasaran pelaksanaan program GenRe meliputi dua hal diantaranya adalah melalui pendekatan kepada remajanya langsung  (generasi millenial) yang melalui kegiatan PIK R dan pendekatan kepada keluarga yang mempunyai anak berusia remaja melalui wadah Bina Keluarga Remaja (BKR).

Mengapa remaja? Seperti kita ketahui bersama bahwa keberhasilan sebuah negara di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda atau remaja pada masa saat ini. Remaja harus mendapatkan perhatian lebih agar dapat melalui masa penting ini sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhannya sehingga di masa yang akan datang kita mendapatkan remaja yang tangguh yang tumbuh dan berkembang secara optimal. Menurut BKKBN, batasan usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, jumlah penduduk pada usia tersebut sangat besar, yaitu mencapai 25,09%. Dengan melihat angka yang besar tersebut, maka perlu dilaksanakan upaya dalam rangka mempersiapkan remaja menjadi manusia yang sehat secara jasmani, rohani, mental sosial dan spiritual.

Salah satu dari pelaksanaan Program GenRe ini adalah dengan terbentuknya Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R). PIK R adalah satu bentuk kegiatan yang dikembangkan oleh program GenRe yang sistem pengelolaannya dari, oleh, dan untuk Remaja. Secara umum kegiatan dalam PIK R diantaranya adalah pemberian informasi dan konseling  tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang meliputi seksualitas, HIV dan AIDS serta NAPZA, serta keterampilan hidup (life skill) yang meliputi ketrampilan advokasi dan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi)

Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)

Tantangan terbesar di Indonesia adalah masih tingginya angka pernikahan yang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun di Indonesia. PUP merupakan sebuah upaya yang telah dilaksanakan oleh   BKKBN dalam rangka untuk mendewasakan usia perkawinan pertama kali. Seseorang diperbolehkan menikah untuk pertama kalinya jika telah mencapai usia sekurang-kurangnya 21 tahun bagi seorang perempuan dan sekurang-kurangnya berusia 25 tahun bagi seorang laki-laki.

Tujuan dari program PUP ini adalah untuk menciptakan remaja yang memahami Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) yaitu menentukan jumlah dan jarak kelahiran anak, siap dalam membina dan mempersiapkan rumah tangga baik secara fisik maupun secara psikis, mental dan sosial, sehingga dengan tercapainya usia yang matang dan telah siap untuk menikah diharapkan dapat mewujudkan sebuah keluarga yang berkualitas.

Kesehatan Reproduksi Remaja

Kesehatan Reproduki Remaja (KRR) merupakan suatu kondisi yang sehat dari seorang remaja yang meliputi kesehatan dalam sistem, fungsi dan proses reproduksi, tidak semata-mata hanya terbebas dari suatu gangguan kesehatan maupun ketidak-normalan saja tetapi juga terwujudnya kesehatan secara menyeluruh yang meliputi sehat secara mental dan sosial kultural. Kondisi sehat tersebut tentunya sangat erat hubungannya dengan terhindarnya atau terbebasnya remaja dari penyalah gunaan NAPZA, penyakit menular seksual, serta HIV/AIDS. Informasi mengenai KRR merupakan hal yang sangat penting bagi seorang remaja untuk memahami mengenai kesehatan reproduksinya sekaligus mengetahui berbagai permasalahannya.

Saat ini informasi mengenai KRR sudah sangat mudah bisa kita dapatkan baik dari media massa konvensional maupun media digital atau media sosial. Namun yang tidak kalah penting adalah peran dari Penyuluh KB sebagai ujung tombak BKKBN di daerah, tenaga kesehatan, tokoh-tokoh formal dan informal, tokoh agama, tokoh masyarakat di sekitar lingkungan para  remaja dan keluarganya dalam penyampaian informasi mengenai KRR tersebut.

Keterampilan Hidup (Life Skill)

Selanjutnya, PIK R adalah wadah remaja dalam mengembangkan keterampilan hidup. Keterampilan Hidup adalah berbagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat berperilaku positif dan beradaptasi dengan lingkungan, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif. Remaja nantinya diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilakunya tentang Keterampilan Hidup untuk dipraktikkan agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, serta dapat digunakan dalam mengatasi risiko TRIAD KRR, mempersiapkan kehidupan berkeluarga, dan tantangan hidup lainnya dalam rangka mewujudkan Generasi Berencana.

Ada banyak keterampilan yang bisa dikembangkan remaja baik itu keterampilan fisik (memahami tentang pemenuhan gizi remaja), keterampilan mental (berpikir positif, mengelola stress, pengambilan keputusan), keterampilan emosional, keterampilan dalam berkomunikasi efektif, sampai kepada keterampilan spiritual.

Dari sekian banyak kegiatan yang dijalankan oleh remaja pada akhirnya akan membentuk remaja atau generasi millenial yang tangguh dalam menghadapi kehidupan yang akan datang, yang tentunya akan berdampak kepada negara. Last but not least, jika ada yang bertanya tentang apa sumbangsih remaja atau generasi millenial kepada negara, para remaja atau generasi millenial bisa menjawab dengan kepala tegak dan penuh percaya diri. Salam.

 

Penulis : Nasir Sungkar Wilayah Binaan : Kel. Cakranegara Barat dan Kel. Karang Taliwang Kecamatan Cakranegara, PKB Ahli Muda Kota Mataram