Pentingnya Hubungan Baik dengan Tokoh Formal dan Informal di Wilayah Binaan

Kemarin saya diundang rapat oleh Kepala Desa Labuhan Sumbawa, terkait tentang program KB di Desa Labuhan Sumbawa, sekaligus membahas insentif dari PPKBD dan sub PPKBD yang mampu diberikan melalui anggaran dana desa. Idealnya satu dusun memiliki satu PPKBD. Namun, karena kondisi  jumlah penduduk Desa Labuhan Sumbawa yang dianggap terlalu padat, maka ditambahlah jumlah sub PPKBD tersebut menjadi dua orang sub PPKBD per dusun. Hal itu sudah terjadi sejak 2019 lalu dan berencana akan tetap berlaku demikian untuk tahun-tahun berikutnya.

Hal menarik yang kami bicarakan kemarin adalah tentang rencana pembangunan bank sampah di Desa Labuhan Sumbawa. Impiannya tak lain, merubah sampah menjadi pundi rupiah yang mampu membantu perekonomian keluarga serta bonus kondisi lingkungan yang lebih bersih dan rapi. Rencananya, setiap posyandu, atau sekitar 17 posyandu di Desa Labuhan Sumbawa akan menjadi penampung atau agen-agen tempat sampah plastik ditukarkan dengan rupiah. Kemudian semuanya akan dikelola lebih lanjut oleh Badan Usaha Milik Desa.

Upaya peningkatan ekonomi keluarga dan kesehatan keluarga menjadi isu yang sangat penting bagi Desa Labuhan Sumbawa. Pembangunan keluarga, pemberdayaan masyarakat, menjadi hal yang lebih menarik dari sekadar pembangunan fisik. Tentu, pembangunan fisik adalah hal penting dan tidak bisa dilupakan juga. Saya tidak meremehkan tentang pembangunan fisik. Tetapi sering kali saya melihat antusiasnya pembangunan fisik tanpa diiringi dengan program pembangunan manusia, upaya membentuk  sumber daya manusia  yang unggul.

Bila masyarakat sehat, sejahtera, maka kehidupan akan berjalan lancar. Guna mewujudkan semua itu, langkah pertama dapat kita mulai dengan mengembangkan posyandu, bergabung dengan program Keluarga Berencana, mengikuti pola hidup sehat bersih.

Saya tidak ingin memuji sang Kepala Desa Labuhan Sumbawa di sini, tapi segala dukungan dan apresiasinya terhadap program pembangunan keluarga di lini Desa sangat patut kita contoh. Sebuah program akan dapat berjalan maksimal bila dukungan tokoh formal dan informal di wilayah binaan siap mendukung sepenuh hati.

Jujur saya merasa bahagia sekali, ketika tokoh-tokoh penting sebagai pencetus sukses sebuah program di lini Desa siap dan semangat dalam mendukung program. PKB diberi ruang luas untuk bisa menggemakan program. Sebelum semua hubungan baik ini terjadi, tentunya, pendekatan-pendekatan tertentu telah dilakukan oleh PKB terhadap tokoh-tokoh formal dan informal tersebut. Sehingga terciptalah hubungan yang baik ini.

Yang ingin saya bagikan melalui tulisan ini adalah pentingnya membangun hubungan baik dengan kepala desa, ketua PKK Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat  dan semua pihak terkait untuk kesuksesan program . Kesatuan pemahaman akan pentingnya program akan menggerakkan kita pada tujuan yang sama. Secara sederhana, bila kita bisa menyatukan persepsi, mengkondisikan bahwa kita berada di kapal yang sama, dengan tujuan yang sama, niscaya kita akan tiba ditujuan yang sama.