Edukasi 1000 HPK bagi ibu dan keluarga

19 September 2021 lalu, bertempat di Aula kantor Camat Labuhan Badas terlaksana kegiatan “Edukasi Pengasuhan 1000 HPK bagi ibu dan keluarga “. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa bersama mitra  PKK Kabupaten dan Mitra Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa.

Sasaran kegiatan tersebut adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi usia dibawah dua tahun. Edukasi 1000 HPK sangat penting guna membantu ibu dalam merawat buah hati. 270 hari dalam kandungan dan 730 hari setelah lahir.

Dalam kegiatan tersebut terkuak bahwa pemeriksaan kandungan tidak cukup bila dilakukan di posyandu saja, sebab di posyandu hanya melakukan screening atau deteksi biasa. Untuk lebih lengkap ibu hamil harus memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan atau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga kondisi ibu hamil benar-benar dapat diketahui secara detil. Upayakan bila mampu, sebulan sekali rutin memeriksakan kandungan.

Kondisi mengidam yang dialami ibu hamil, kadang membuat ibu hamil enggan untuk makan karena merasa mual dan tidak selera. Hal ini berbahaya sebab asupan gizi ibu hamil dan bayi yang dikandung bisa kurang. Bila asupan gizi kurang maka bahaya stunting akan mengancam. Karena itu, ibu hamil, wajib untuk tetap makan, mengisi nutrisi tubuhnya meski dalam keadaan mengidam. Tipsnya adalah makan sedikit demi sedikit dalam selang waktu yang dekat. Sehingga asupan nutrisi tetap terisi ke dalam tubuh. Jadi, jangan mengalah dengan perasaan mualnya ya ibu hamil.

Konsumsi tablet tambah darah setiap hari wajib ibu hamil lakukan guna menghindari anemia. Konsumsi makanan bergizi dengan standar 4 bintang. Dengan komposisi karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan vitamin serta  mineral yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran. Sesungguhnya tidak ada pantangan dalam hal makanan untuk ibu hamil. Yang penting halal, bersih dan tidak berlebihan. Kadang mitos-mitos di masyarakat menghalangi ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan tertentu. Makanan laut seperti cumi, udang adalah jenis makanan yang paling sering dilarang. Padahal makanan tersebut mengandung protein yang dibutuhkan tubuh. Asal makannya tidak berlebihan.

Melakukan inisiasi menyusui  segera pasca melahirkan wajib dilakukan, disertai pemberian ASI pertama yang mengandung banyak nutrisi. Lanjutkan pemberian asi ekslusif hingga 6 bulan. Jangan berikan apapun selain ASI hingga usia 6 bulan. Tepat di ulang bulan ke 6, berikan bayi makanan pendamping ASI yang merupakan makanan keluarga yang dihaluskan hingga kental. Bukan cair.

Bunda harus rajin ke posyandu untuk memantau tumbuh kembang  anak.  Dukungan suami dan keluarga sangat penting untuk mensukseskan 1000 HPK. Jika semua hal di tasa bisa dilakukan dnegan baik, niscaya Stunting dapat dicegah. Salam sehat luar biasa untuk kita semua.

 

Penulis : Henny Andaresni Martianengtias, PKB Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas