PENDAMPINGAN CALON PENGANTIN, IBU HAMIL DAN KELUARGA RISTI STUNTING

Dengan terbitnya Peraturan Presiden NO 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang menunjuk kepada Kepala BKKBN sebagai ketua Pelaksanan percepatan penurunan stunting  . Mengapa stunting perlu mendapatkan perhatian dan penanganan khusus karena  stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang sebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan anak seusianya . Anak yang mengalami stunting akan lebih rentan terhadap penyakit , dampak stunting tidak hanya pada aspek kesehatan , tetapi juga aspek kecerdasan anak dalam berfikir . untuk dapat menurunkan angka stunting dari 27,67 persen menjadi 14 persen di tahun 2024 . BKKBN selaku ketua pelaksana percepatan penurunan stunting  melakukan trobosan trobosan baru dengan  memberikan Pendampingan kepada keluarga. Sebagai salah satu upaya untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Pendampingan calon pengantin dengan konsep menilai status gizi calon pasangan usia subur ( PUS ) tiga bulan sebelum menikah sehingga terkoreksi sebelum nanti memasuki masa pranikah dan bulan madu Pendampingan ini perlu dilakukan karena hal ini  dilatar belakangi oleh banyaknya remaja calon pasangan usia subur ( PUS )  yang undernutrition, anemia bila tidak dicegah akan menghasilkan kehamilan stunting , mencegah 3 bulan sebelum nikah bagi calon pengantin sangat penting karena  berpengaruh sangat signifikan untuk keseluruhan stunting dan keseluruhan kelahiran karena  jumlah  yang menikah dalam 1 tahun ada 2 juta pasangan dari dua juta pasangan tersebut yang hamil  kurang lebih 1.6 juta atau sepertiga dari kehamilan berasal dari PUS baru . Pencegahan dari hulu dengan tehnis mengembangkan aplikasi untuk mendaftar calon pengantin dengan mencatat status gizi ,seperti tinggi badan, berat badan, nilai HB dan lainnya sehingga bisa dinilai status gizi dan  untuk mengetahui siapa mendapatkan apa kemudian data ini dibawa dalam rembuk stunting atau semacam audit stunting sebagai dasar penanganan bagi  yang memiliki masalah  sebelum dinikahkan.

Bagi calon Pengantin yang mengalami masalah yang memerlukan penanganan seperti anemia , maka langsung akan dikirimkan modul secara virtual yang terkait dengan penanganan anemia  misalnya  seperti aturan minum tablet tambah darah , dimana tempat mendapatkan tablet tambah darah , apakah masih anemia atau tidak . Penilaian ini dilakukan menjelang menikah bukan untuk menghambat atau melarang pernikahan tetapi menjadi syarat sebelum menikah dengan menyerahkan formulir secara virtual . Bila ditemukan ada calon penganting belum memenuhi syarat tidak dilarang untuk menikah , namun dianjurkan pada saat menikah untuk ber KB terlebih dahulu dengan menggunakan PIL dan Kondom agar fertilitasnya terjaga baik.

Selanjutnya Pendampingan  untuk Pasangan Usia Subur yang hamil pertama dengan melanjutkan aplikasi yang digunakan untuk  memonitor  sejak calon Pasangan Usia Subur . digunakan oleh tim pendamping untuk  melaksanakan pendampingan ibu hamil. Bidan sebagai pemimpin  Tim pendampingan dengan melakukan pemeriksaan dan menginput data Hari pertama menstruasi, hari perkiraan lahir, apakah ada resiko tinggi karena factor usia atau ada penyakit bawaan lainnya , anak keberapa, jarak kehamilan  ,pada pendampingan ibu hamil tugas pendampingan kader PKK dan kader KB mendampingi dan mengarahkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin atau bila ditemukan permasalahan yang berkaitan dengan gizi dapat disarankan untuk menemui ahli gizi untuk berkonsultasi. Setiap ibu hamil disarankan untuk melakukan   pemerikasaan kehamilannya 8 sampai 10 kali selama masakehamilannya agar dapat di ikuti perkembangan kehamilannya sesuai Trimister kehamilan karena ada ukuran ukuran yang harus dicatat .  Bila ditemukan tidak  sesuai dan dicurigai kasus melahirkan stunting maka ada tindak lanjut dengan system rujukan ada audit stunting dan rekomendasi apa yang harus disiapkan untuk ibu hamil tersebut, hal ini sangat bermanfaat karena sekali mendampingi dapat menurunkan tidak hanya angka stunting tapi juga dapat menurunkan angka kematian ibu ( AKI ) dan angka kematian bayi ( AKB ) dimana  derajat kesehatan Bangsa ditentukan oleh angka kematian ibu dan angka kematian bayi . Terobosan yang dilakukan ini adalah hal baru yang belum dilakukan sebelumnya.

Bagaimana dengan pendanaan untuk pelaksanaan pendampingan BKKBN mengusulkan pengadaan paket Internet serta lungsum harian namun tidak dalam bentuk gaji melalui Dana Alokasi khusus . Hal ini diharapkan untuk mengetahui kepastian pengawalan stunting, termasuk kepastian  data yang kemudian ada kepastian intervensi sambil mengawal apakah bantuan tambahan makanan ( PMT ) untuk ibu hamil sampai pada mereka,karena dari hasil evaluasi disekretariat wakil presiden angkanya masih dibawah 25 persen untuk pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil. Pendampingan kepada ibu hamil menghasilakan data baru yaitu data propil  Antropometri  janin atau bayi yang masih vetus  untuk mencegah secara dini karena 22,68 persen bayi bayi di Indonesia lahir masih dalam kondisi stunting. Ukuran stunting yang diakui permenkes dan Bapenas adalah ukuran  panjang badan .

Tim pendampingan berasal  dari orang orang yang sudah ada dan menjadi petugas ditengah masyarakat yang terdiri dari Bidan Desa, PKK, Kader KB ( PPKBD, Sub PPKBD ) Jika tidak ada bidan maka Kepala Desa bisa mengangkat bidan swasta menjadi kader pendamping.Tim pendamping akan mendampingi ibu hamil sampai detik detik saat mau melahirkan , ibu ibu yang mendekati hari perkiraan lahir sudah terpantau harus melahirkan kemana , bila keluarga memiliki riwayat persalinan sulit pendamping dapat megarahkan agar melahirkan di Rumah Sakit. Pada saat lahir data anak langsung di catat diantaranya Panjang badan bila kurang dari 48 cm , berat badan kurang dari 2500 gr harus terus dimonitor sehingga bayi yang memiliki indikasi stunting mendapatkan intervensi yang tepat , pendampingan akan dilanjutkan paska persalinan  dengan konseling KB karena pada umumnya semua ibu  paska salin ingin menunda kehamilannya minimal 1-2 tahun kedepan , namun yang berKB hanya 30 persen . Menjaga  spacing atau jarak kelahiran itu penting karena jarak kelahiran yang terlalu dekat menurut hasil penelitian makin dekat jarak kelahiran potensi terjadinya stunting makin besar.Pelayanan KB dapat diberikan begitu selesai melahirkan seperti pemasangan implant , BKKBN juga menyediakan pil progestin only yang husus untuk ibu menyusui atau paska salin karena tidak mengganggu produksi ASI . jadi ibu paska salin begitu pulang sudah menggunakan alat kontrasepsi.

Pendampingan berlanjut pada bayi dari data awal untuk pendampingan  1000 Hari Pertama Kehidupan ( HPK ) sampai bayi berusia 2 tahun ( Baduta ), hal ini sangat mempengaruhi pencegahan terjadinya stunting. Pendampingan ini untuk mengawal pemberian ASI eksklusif serta pemberian makanan pendamping ASI .Riskerdas tahun 2020 menyatakan kondisi bayi lahir dengan panjang kurang dari 48 cm sebesar 22,3 persen akan tetapi pada usia 24 bulan semakin bertambah menjadi 37 persen. Hal ini menandakan ada kegagalan penanganan bayi lahir stunting .Pendampigan ini dimaksudkan untuk menjadikan anak yang lahir dengan indikasistunting tidak menjadi stunting. BKKBN telah menyiapkan susunan menu local sesuai dengan produk menu local daerah , diharapkan pula pemberian makanan tambahan itu tidak diberikan dalam bentuk pabrikan namun diberikan dalam uang langsung ke desa dan dikelola oleh Tim pendamping desa oleh PKK diolah oleh PKK dengan mengedepankan menu local dibawah bimbingan BKKBN dan ahli gizi untuk dapat memberdayakan ekonomi rakyat dan kegiatan padat karya serta pemberdayaan UMKM.

Bagaimana BKKBN menyiapkan penghitungan pendampingan ibu hamil, yaitu dengan menghitung perkiraan ibu  hamil satu tahun sebanyak 5 juta kemudian melihat jumlah bidan . Jumlah bidan itu ada 450 ribu yang praktik aktif 250 ribu data ini bersumber dari IBI. Bila 250 ribu bidan yang aktif ini dilibatkan itu artinya satu bidan hanya cukup mendampingi dalam satu tahun 20 ibu hamil. Untuk menghemat tim masih bisa diturunkan dengan melibatkan 125 ribu bidan. Bila mengkaryakan bidan 250 ribu artinya jumlah tim ada 250 ribu dan bila mengkaryakan 125 ribu bidan maka tim berjumlah 125 ribu yang akan mendampingi  40 ibu hamil dalam satu tahun, hal ini disesuaikan dengan intervensi pendanaan . Tim ini tidak bekerja sendiri sendiri namun memiliki tugas masing- masing, tim bertanggung jawab mendampingi ibu hamil yang sama diwilayahnya.

Bagaimana melakukan estimasi ketika tidak memiliki data riel. Estimasi jumlah pengantin melihat data kementrian Agama tahun 2017 – 2018  jumlah pernikahan mendekati 2 juta belum termasuk data nikah dibawah tangan ( siri ) dan non muslim , Kenapa juga bisa mengestimasi proyeksi kelahiran 1,6 juta karena semua penelitian dimulticenter bahwa di Indonesia 80 persen pasangan usia subur yang baru hamil di tahun pertama bahkan 9 bulan pertama . Estimasi ini dapat nantinya dapat membantu menentukan jumlah Tim Pendampingan keluarga.

 

Oleh :  St Uswatun Hasanah Penyuluh KB Madya