BKKBN DAN PPI PROV. NTB MENGADAKAN PELATIHAN PENGUATAN PENGURUS PITA PUTIH INDONES

(Kamis, 4/10/21). Salah satu tindak lanjut dari MoU antara PPI Propinsi NTB dengan perwakilan BKKBN Propinsi NTB adalah melakukan pendampingan pada keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Seuai dengan visi PPI Indonesia“Terwujudnya keselamatan dan kesehatan Ibu hamil, melahirkan, nifas, serta bayi baru lahir dan anak”.
Salah satu aspek strategis dalam RAN Percepatan Penurunan Stunting adalah pendampingan keluarga berisiko Stunting oleh Kader Pendamping. Untuk mendukung proses pendampingan keluarga berisiko Stunting di lini lapangan, BKKBN akan membentuk 12.300 Tim Kader Pendamping meliputi Bidan Desa, Kader IMP dan Kader PKK. Pita Putih Indonesia Provinsi NTB merupakan salah satu mitra kerja yang menangani kesehatan ibu dan anak termasuk stunting. PPI Prov. NTB. Terkait hal ini, untuk memenuhi kebutuhan tim pendamping (kader), maka PPI akan merekrut kader untuk membatu kader pendamping BKKBN untuk membantu pendampingan keluarga secara menyeluruh di tingkat desa/kelurahan supaya upaya Percepatan Penurunan Stunting dapat terlaksana dengan baik. Oleh sebab itu, PPI Prov. NTB akan mengadakan kegiatan penguatan kapasitas pengurus PPI untuk Pelatihan Teknis Pendampingan Keluarga dalam Percepatan Penurunan Stunting. Kegiatan penguatan kapsitas mengurus PPI Propinsi NTB ini terintegrasi dengan kegiatan BKKBN tentang tim Pendamping Keluarga. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pengurus PPI mengenai kader pendamping stunting . Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari tanggal 4-5 Oktober 2021 di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Jalan Catur Warga Mataram. Peserta : PPI Prov. NTB. Adapun Fasilitatornya berasal dari Perwakilan BKKBN Prov NTB dan PPI Prov. NTB.
Misi Pita Putih Indonesia adalah
1. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk berperan aktif pada upaya-upaya keselamatan ibu hamil, melahirkan, nifas, bayi baru lahir dan anak.
2. Membangun jejaring seluas-luasnya dengan organisasi/lembaga dan individu, di dalam dan di luar negeri yang peduli keselamatan dan kesehatan ibu hamil, melahirkan, nifas, serta bayi baru lahir dan anak.
3. Memotivasi kegiatan masyarakat/lembaga yang peduli akan keselamatan dan kesehatan ibu hamil, melahirkan, nifas, serta bayi baru lahir dan anak.
4. Membangun budaya yang mengarah pada keselamatan dan kesehatan ibu hamil, melahirkan, nifas, serta bayi baru lahir dan anak.

MARI CEGAH STUNTING, KARENA CEGAH STUNTING ITU PENTING (NN).