Lokakarya Pembelajaran Pemanfaatan pangan Lokal Nusantara Guna Percepatan Penurunan Stunting di lndonesia

(Kamis, 9/12/21). Hasil dari kegiatan 100 Profesor bicara stunting beberapa waktu kemarin, yang diselenggarakan oleh BKKBN bekerjasama dengan Asosiasi Profesor Indonesia (API) telah dirumuskan bahwa pentingnya intervensi gizi secara spesifik dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam/pangan yang berbasiskan kearifan lokal yang secara scientific dapat mengintervensi secara langsung angka kebutuhan gizi masyarakat, khususnya gizi calon pengantin (catin), ibu hamil, ibu menyusui dan makanan pendamping ASI.

Dan sebagai tindak lanjut dari kegiatan 100 Profesor bicara Stunting tersebut, maka BKKBN menyelenggarakan Lokakarya Pembelajaran Pemanfaatan Pangan Lokal Nusantara guna Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia. Lokakarya yang dilaksanakan 20 Provinsi ini merupakan salah satu upaya dalam memanfaatkan potensi pangan lokal yang sehat, lezat, bergizi.

Kegiatan lokakarya di Nusa Tenggara barat dilaksanakan di Hotel Grand Legi mataram pada 8 Desember 2021 dengan menghadirkan ahli gizi, ahli kuliner lokal dan chef/juru masak profesional sebagai narasumber teori dan praktek pengolahan pangan serta menghadirkan mitra kerja dan ASN Perwakilan BKKBN Provinsi NTB. Dalam video sambutan pada lokakarya ini, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Prof. Rizal Damanik, PhD. menyampaikan  “Potensi pangan lokal sangat bervariasi dan tersebar di seluruh nusantara, sehingga dibutuhkan praktik dan kompilasi yang berkonstribusi terhadap upaya percepatan penurunan stunting”.

Tujuan dari terselenggaranya lokakarya ini adalah meningkatkannya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan makanan lokal, kemampuan dalam mengidentifikasi dan mengolah sumber makanan berbasis lokal dalam pemenuhan gizi seimbang dalam pencegahan stunting. (RYO)